Frankenstein45.Com – 10 April 2026 | Pemerintah Provinsi Banten resmi mengirimkan dua puluh satu petani milenial untuk mengikuti program magang di Jepang selama satu hingga dua tahun. Program ini merupakan bagian dari upaya provinsi dalam menyerap inovasi, teknologi, dan praktik pertanian modern yang berkembang di negara asal Sakura.
Para peserta dipilih melalui seleksi ketat yang menilai kompetensi teknis, motivasi inovasi, serta potensi untuk mengimplementasikan pengetahuan baru di tanah Banten. Seluruh peserta berusia antara 25 hingga 35 tahun dan memiliki latar belakang pertanian berkelanjutan, agrikultur digital, maupun agroindustri.
Selama masa magang, mereka akan ditempatkan di sejumlah perusahaan dan institusi pertanian terkemuka di Jepang, seperti pusat riset tanaman, perusahaan agritech, dan kebun percobaan organik. Kegiatan utama meliputi:
- Pelatihan penggunaan sensor IoT untuk pemantauan lahan.
- Pengenalan teknik budidaya hidroponik dan vertikultur.
- Studi kasus penerapan pertanian presisi.
- Pengembangan produk nilai tambah berbasis hasil pertanian lokal.
Setelah kembali ke Indonesia, para petani milenial diharapkan dapat mentransfer ilmu yang didapat kepada komunitas petani di Banten, sekaligus menjadi agen perubahan dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian daerah.
Gubernur Banten, dalam sambutannya, menekankan pentingnya generasi muda sebagai motor penggerak transformasi pertanian. Ia menambahkan bahwa kerjasama internasional seperti ini akan membuka peluang pasar ekspor serta memperkuat daya saing produk pertanian Indonesia di kancah global.
Program magang ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Pemerintah provinsi berencana memperluas skema serupa ke bidang pertanian lain, termasuk perikanan dan peternakan, guna menciptakan ekosistem pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan.




