Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan peluncuran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) khusus untuk jagung pakan. Program ini ditargetkan kepada sekitar 5.000 peternak di beberapa provinsi utama, dengan tujuan utama menstabilkan ketersediaan dan harga jagung sebagai bahan pakan ternak.
Program SPHP jagung akan mencakup pengadaan, distribusi, serta pemantauan harga jagung selama tiga bulan ke depan. Total volume jagung yang akan disalurkan diperkirakan mencapai 150.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak skala kecil hingga menengah.
Berikut adalah rincian alokasi jagung per provinsi:
| Provinsi | Jumlah Peternak | Kuota Jagung (ton) |
|---|---|---|
| Jawa Barat | 1.200 | 36.000 |
| Jawa Tengah | 900 | 27.000 |
| Jawa Timur | 800 | 24.000 |
| Sumatra Barat | 700 | 21.000 |
| Sulawesi Selatan | 400 | 12.000 |
| Riau | 300 | 9.000 |
Tujuan utama program ini meliputi:
- Menjaga kestabilan harga jagung pakan agar tidak berfluktuasi secara tajam.
- Meningkatkan ketersediaan jagung di daerah produksi ternak yang paling membutuhkan.
- Mengurangi beban biaya produksi peternak, khususnya pada sektor susu dan unggas.
- Mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas ternak.
Pihak Bapanas menegaskan bahwa distribusi jagung akan dilakukan melalui jaringan dinas pertanian daerah, serta melibatkan koperasi petani untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Monitoring harga akan dilakukan secara real‑time dengan bantuan sistem informasi pasar pangan.
Diharapkan, dengan tersedianya pasokan jagung yang stabil, biaya pakan ternak dapat ditekan hingga 10‑15 persen, yang pada gilirannya akan meningkatkan margin keuntungan peternak serta memperkuat rantai pasok pangan domestik.




