Bapanas Salurkan 250 Ton Jagung SPHP, Tekan Biaya Pakan Peternak di Magetan
Bapanas Salurkan 250 Ton Jagung SPHP, Tekan Biaya Pakan Peternak di Magetan

Bapanas Salurkan 250 Ton Jagung SPHP, Tekan Biaya Pakan Peternak di Magetan

Frankenstein45.Com – 10 Mei 2026 | Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog menyalurkan 250 ton jagung standar produksi pangan (SPHP) kepada peternak di Kabupaten Magetan. Bantuan ini merupakan bagian dari program stabilisasi harga pakan ternak yang bertujuan menurunkan beban biaya produksi peternak di wilayah tersebut.

Situasi pasar pakan ternak akhir-2023 menunjukkan kenaikan harga jagung hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menyulitkan peternak kecil yang bergantung pada pasokan lokal. Dengan memasok jagung SPHP secara langsung, Bapanas berharap dapat menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pakan yang cukup.

Berikut rangkuman utama program tersebut:

  • Jumlah distribusi: 250 ton jagung SPHP.
  • Lokasi penyaluran: 15 desa di Kabupaten Magetan, meliputi wilayah pedesaan yang paling terdampak kenaikan harga.
  • Target penerima: Sekitar 3.000 ekor ternak, meliputi peternak lele, ayam, dan sapi.
  • Metode distribusi: Melalui posko Bapanas dan Bulog, peternak mengambil jagung secara gratis dengan verifikasi data usaha ternak.

Berikut perkiraan dampak ekonomi berdasarkan data Bapanas:

Parameter Sebelum Distribusi Setelah Distribusi
Harga jagung per ton (Rupiah) 12.500.000 10.800.000
Biaya pakan per ekor ternak (Rupiah) 1.200.000 1.030.000
Estimasi penurunan biaya produksi (%) ~14%

Pejabat Bapanas, Kepala Subdirektorat Stabilisasi Harga, menyatakan bahwa program ini akan menjadi langkah awal dalam rangka menurunkan volatilitas harga pangan dan pakan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Ia menambahkan bahwa Bapanas berkomitmen melanjutkan penyaluran jagung SPHP secara periodik selama musim tanam dan pasca panen.

Peternak yang menerima bantuan melaporkan penurunan signifikan pada biaya pakan harian, sehingga memungkinkan mereka meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kehilangan ternak akibat kekurangan pakan.