Frankenstein45.Com – 02 April 2026 | Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa menjaga stabilitas dan kewajaran harga pangan menjadi kunci utama dalam mengendalikan inflasi nasional. Menurutnya, fluktuasi harga bahan pokok dapat memicu kenaikan indeks harga konsumen (IHK) yang berdampak luas pada daya beli masyarakat.
Berbagai langkah strategis telah dirancang Bapanas untuk memastikan pasokan pangan tetap lancar dan harga tetap terjangkau. Antara lain, peningkatan koordinasi dengan kementerian terkait, pemantauan pasar secara real‑time, serta penyesuaian kebijakan impor dan ekspor yang bersifat responsif.
- Penguatan rantai pasok: Memperkuat jaringan distribusi dari produsen ke konsumen, termasuk memperbaiki infrastruktur logistik di daerah produksi.
- Pengendalian stok strategis: Menjaga cadangan pangan di gudang nasional untuk mengantisipasi lonjakan permintaan atau gangguan pasokan.
- Intervensi pasar: Melakukan pembelian atau penjualan komoditas di pasar terbuka bila diperlukan untuk menstabilkan harga.
- Regulasi harga: Menetapkan batas maksimum harga pada komoditas tertentu yang sangat sensitif terhadap inflasi, seperti beras, gula, dan minyak goreng.
Astawa juga menyoroti pentingnya peran petani dalam menurunkan biaya produksi melalui penggunaan bibit unggul, teknologi pertanian modern, dan akses pembiayaan yang lebih baik. Dengan meningkatkan produktivitas, diharapkan pasokan pangan domestik dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor yang rentan terhadap gejolak harga dunia.
Selain upaya kebijakan, edukasi konsumen menjadi bagian integral. Masyarakat diimbau untuk memilih produk lokal, mengoptimalkan pemanfaatan hasil pertanian, serta menghindari praktek penimbunan yang dapat memicu spekulasi harga.
Dalam proyeksi jangka menengah, Bapanas optimis bahwa kombinasi kebijakan makroekonomi yang tepat dan peningkatan ketahanan pangan domestik akan menurunkan tekanan inflasi. Namun, tantangan eksternal seperti perubahan iklim, fluktuasi nilai tukar, dan dinamika pasar global tetap menjadi faktor yang harus terus dipantau.




