Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Sabtu malam, penggemar sepakbola Spanyol menyaksikan momen dramatis ketika Barcelona menegaskan diri sebagai juara Liga Spanyol 2025/2026 dengan kemenangan tipis 2-0 atas rival abadi Real Madrid dalam laga El Clasico di Camp Nou. Kemenangan tersebut tidak hanya mengamankan trofi, tetapi juga membuka peluang bagi Blaugrana untuk menargetkan rekor 100 poin pada tiga pertandingan terakhir musim ini.
El Clasico: Dominasi Barcelona di Camp Nou
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-9, Marcus Rashford, yang tengah menjalani masa pinjaman bersama Barcelona, mengeksekusi tendangan bebas dari luar kotak penalti, mengirim bola ke sudut kanan atas gawang Madrid. Gol tersebut memberi Barcelona keunggulan awal. Real Madrid mencoba bangkit melalui sayap, namun pertahanan Barcelona tetap kokoh.
Enam menit kemudian, pada menit ke-18, Barcelona menambah jarak lewat serangan cepat. Dani Olmo menerima umpan silang di sisi kiri, melakukan back‑pass dengan tumit, lalu menembak dengan tenang melalui Forren Tores yang menutup gol. Skor 2-0 terkunci, dan meski Real Madrid menekan di babak kedua, serangan Vinicius Junior tidak menghasilkan gol. Wasit meniup peluit akhir tanpa perubahan skor.
Kemenangan ini menempatkan Barcelona di puncak klasemen dengan 91 poin dari 35 pertandingan, tiga laga tersisa. Pelatih Hansi Flick mengungkapkan ambisi tim untuk menembus angka 100 poin, sebuah prestasi yang hanya pernah diraih Real Madrid (2012) dan Barcelona (2013). Jika Barca menang melawan Alavés, Real Betis, dan Valencia, mereka akan menyelesaikan musim dengan 100 poin.
Nasib Napoli di Serie A: Tiket Liga Champions Masih Terbuka
Sementara itu, di Italia, Napoli mengalami kemunduran tak terduga di kandangnya melawan Bologna. Setelah unggul 2-0 berkat gol Federico Bernardeschi (menit 9) dan Riccardo Orsolini (menit 34), Napoli hampir bangkit dengan gol Giovanni Di Lorenzo (menit tambahan pertama babak pertama) dan Alisson Santos (menit ke-48). Namun, Jonathan Rowe menutup laga dengan gol kemenangan pada menit tambahan pertama babak kedua, mengantarkan Bologna menang 3-2.
Kekalahan ini menurunkan Napoli ke 70 poin dari 36 laga, meninggalkan ketidakpastian pada tiket Liga Champions. Dengan dua pertandingan tersisa melawan Pisa dan Udinese, Partenopei harus meraih tiga poin penuh untuk mengamankan posisi kedua. AS Roma, yang berada tiga poin di belakang, serta Como 1907 yang selisih lima poin, siap mengancam jika Napoli terjatuh lagi.
Premier League: Tottenham Terjaga di Zona Degradasi
Di Inggris, Tottenham Hotspur gagal memanfaatkan peluang untuk mengamankan posisi aman di papan tengah. Dalam pertemuan melawan Leeds United, Spurs sempat unggul lewat Mathys Tel pada menit ke-50, namun Dominic Calvert‑Lewin menyamakan kedudukan untuk Leeds pada menit ke‑74. Skor akhir 1-1 menahan Tottenham pada 38 poin dari 36 laga, menempatkan mereka di peringkat ke‑17, hanya dua poin di atas West Ham United yang berada di zona degradasi.
Kekalahan sebelumnya dari Arsenal menambah tekanan pada Tottenham. Jika Spurs tidak dapat mengumpulkan kemenangan dalam beberapa laga mendatang, mereka berisiko terperosok ke zona terendah. Sementara Leeds United, dengan 44 poin, tetap berada di posisi ke‑14, mengokohkan posisi menengah atas klasemen.
Rekapitulasi Poin dan Dampak pada Klasemen
- Barcelona: 91 poin (35 laga), target 100 poin.
- Real Madrid: Tertinggal di posisi kedua, harus menambah poin untuk mengejar Barcelona.
- Napoli: 70 poin (36 laga), tiket Liga Champions belum pasti.
- Bologna: Kemenangan melawan Napoli, naik peringkat menengah atas Serie A.
- Tottenham Hotspur: 38 poin (36 laga), berjuang menghindari zona degradasi.
- Leeds United: 44 poin (36 laga), stabil di papan tengah Premier League.
Keseluruhan, akhir pekan sepakbola Eropa menunjukkan kontras yang tajam antara kebahagiaan Barcelona yang sudah mengamankan gelar dan perjuangan Napoli serta Tottenham yang masih berjuang untuk tujuan masing‑masing. Sementara Barcelona menatap target historis, Napoli harus bangkit untuk menjaga harapan Champions, dan Tottenham berusaha menstabilkan performa demi menghindari bahaya degradasi. Pertandingan-pertandingan mendatang akan menjadi penentu akhir musim bagi ketiga klub tersebut.




