Bawaslu Cirebon Gencarkan Program P2P, Sasar Generasi Muda untuk Pemilu 2029
Bawaslu Cirebon Gencarkan Program P2P, Sasar Generasi Muda untuk Pemilu 2029

Bawaslu Cirebon Gencarkan Program P2P, Sasar Generasi Muda untuk Pemilu 2029

Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Bawaslu Kota Cirebon meluncurkan inisiatif Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang ditujukan khusus kepada pemuda sebagai upaya memperkuat peran mereka dalam mengawal pemilihan umum tahun 2029.

Program ini menitikberatkan pada pembekalan pengetahuan tentang mekanisme pemilu, hak dan kewajiban pemilih, serta teknik pengawasan yang dapat dilakukan secara mandiri oleh generasi muda. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang selama dua tahun ke depan, mulai dari 2024 hingga 2026, dengan harapan peserta dapat menjadi relawan pengawas yang kompeten pada pemilu mendatang.

Berikut tahapan utama yang akan dilaksanakan:

  • Workshop dasar pemilu: Sesi interaktif yang membahas regulasi pemilu, proses pencalonan, serta tahapan pemungutan suara.
  • Pelatihan teknologi pengawasan: Penggunaan aplikasi mobile dan platform digital untuk memantau pelanggaran serta melaporkan temuan secara real‑time.
  • Simulasi lapangan: Praktik langsung di TPS simulasi untuk mengasah kemampuan observasi dan pencatatan data.
  • Dialog komunitas: Diskusi terbuka dengan tokoh masyarakat, akademisi, dan praktisi politik guna menumbuhkan budaya partisipasi.

Target peserta program adalah pemuda berusia 18‑30 tahun yang terdaftar sebagai anggota organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, atau kelompok kepemudaan lokal. Setiap peserta akan menerima sertifikat kompetensi serta akses ke jaringan alumni P2P yang dapat menjadi sumber informasi dan dukungan selama masa pemilu.

Ketua Bawaslu Cirebon, Ahmad Fauzi, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga integritas pemilu: “Masa depan demokrasi kita bergantung pada kemampuan pemuda untuk mendeteksi dan melaporkan penyimpangan. Program P2P ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan pemilu 2029 berjalan bersih dan transparan.”

Dengan melibatkan ribuan pemuda di seluruh wilayah Cirebon, diharapkan kesadaran politik serta kemampuan pengawasan masyarakat meningkat secara signifikan, sehingga menciptakan iklim pemilu yang lebih adil dan akuntabel.