Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Komisi Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bantul memperkuat upaya edukasi politik dengan program Bawaslu Goes to School. Program ini menargetkan siswa-siswi tingkat SMA dan SMK sebagai pemilih pemula yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2029.
Berbagai kegiatan interaktif diselenggarakan di sejumlah sekolah, antara lain:
- Simulasi proses pemungutan suara mulai dari pendaftaran hingga penghitungan suara.
- Diskusi kelompok mengenai hak dan kewajiban pemilih serta pentingnya memilih secara cerdas.
- Workshop pembuatan materi kampanye yang etis dan berbasis fakta.
- Sesi tanya‑jawab dengan narasumber Bawaslu, akademisi, dan aktivis pemuda.
Melalui pendekatan praktis, Bawaslu berharap generasi muda Bantul dapat mengembangkan sikap kritis, memahami mekanisme demokrasi, dan menolak praktik kecurangan. Ketua Tim Edukasi Bawaslu, H. Agus Santoso, menekankan bahwa edukasi sejak dini merupakan fondasi utama untuk menciptakan pemilih yang berpengetahuan luas.
Program ini juga melibatkan guru sebagai fasilitator, sehingga materi dapat diteruskan secara berkelanjutan di kelas. Evaluasi awal menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang prosedur pemilu, yang diukur melalui kuesioner pra‑ dan pasca‑pelatihan.
Dengan intensitas program yang terus berlanjut, diharapkan pada pemilu berikutnya, khususnya Pemilu 2029, angka partisipasi pemilih muda di Bantul akan meningkat secara signifikan, sekaligus menurunkan potensi penyalahgunaan hak suara.




