Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Jombang, Jawa Timur – Sebuah bayi perempuan baru saja ditemukan di dalam saluran air di desa Sawiji, Jogoroto, Jombang pada dini hari tanggal 17 Mei 2026. Bayi tersebut langsung dibawa ke RSUD setempat untuk perawatan intensif, sementara aparat kepolisian membuka penyelidikan guna menemukan pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran tersebut.
Kronologi Penemuan
Pada pukul 00.30 WIB, warga setempat yang bernama Kasdolah menemukan bayi berbalut kain putih tergeletak di teras rumahnya. Bayi tampak baru saja lahir, dengan tali pusar masih menempel dan kondisi tubuh yang masih hangat. Warga segera melaporkan temuan tersebut ke pihak berwajib dan mengantar bayi ke Puskesmas Mayangan untuk penanganan awal.
Identitas Orang Tua
Polisi mengungkap bahwa orang tua bayi adalah pasangan remaja yang masih berstatus pelajar. Sang ayah, berinisial R, berusia 17 tahun dan merupakan siswa kelas 2 SMA dari Kecamatan Mojoagung. Sang ibu, berinisial P, berusia 15 tahun, merupakan siswi kelas 3 SMP asal Kecamatan Sumobito. Kedua remaja ini melakukan persalinan secara mandiri di belakang rumah P pada malam sebelum penemuan, kemudian memutuskan untuk membuang bayi di teras rumah Kasdolah. Penyelidikan lebih lanjut mengindikasikan bahwa P mengalami pendarahan setelah melahirkan, sehingga orang tuanya memaksa dia untuk mengambil kembali bayi yang sudah dibuang.
Penanganan Medis di RSUD
Setelah dipindahkan dari Puskesmas Mayangan, bayi tersebut dirawat di ruang perawatan intensif RSUD setempat. Dokter yang memimpin perawatan, dr. Suryarini Choerunisya, menyatakan bahwa bayi berada dalam kondisi stabil, meskipun mengalami penurunan suhu tubuh akibat paparan lingkungan. Tim medis melakukan observasi ketat, memberikan perawatan suhu ruangan, serta menyiapkan prosedur imunisasi dasar. Sementara itu, ibu P masih dirawat untuk mengatasi pendarahan dan dipantau secara intensif.
Penyelidikan Kepolisian
Kapolsek Jogoroto, AKP M. Djulan, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Saat ini, R belum diamankan karena pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti dan saksi. Unit Reskrim Polsek Jogoroto menunggu hasil forensik serta keterangan saksi untuk menentukan tuduhan yang tepat. Polisi juga membuka jalur informasi publik, mengundang siapa saja yang memiliki informasi terkait untuk melapor.
Kasus Serupa di Jawa Barat
Penemuan bayi terabaikan bukan hal baru di wilayah Jawa Barat. Pada 18 Mei 2026, warga Desa Sukasari, Cianjur menemukan seorang bayi laki-laki tergeletak di sawah, dibungkus karung plastik dan kain hitam. Bayi tersebut juga langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dan kini berada dalam perawatan intensif. Sementara itu, video misterius tentang bocah berpakaian putih yang muncul di lorong RSUD Palabuhanratu, Sukabumi, menjadi viral dan menambah kegelisahan publik tentang keamanan anak di lingkungan rumah sakit.
Reaksi Masyarakat
Berbagai platform media sosial dipenuhi komentar yang mengecam tindakan penelantaran bayi serta menyerukan hukuman tegas bagi pelaku. Aktivis hak anak mengingatkan pentingnya edukasi seksualitas dan akses kontrasepsi bagi remaja untuk mencegah kehamilan di luar nikah. Di sisi lain, masyarakat setempat menunjukkan solidaritas dengan membantu perawatan bayi melalui sumbangan pakaian dan kebutuhan dasar.
Kasus ini menyoroti perlunya penegakan hukum yang tegas serta peningkatan layanan kesehatan reproduksi di daerah pedesaan. Dengan penanganan medis yang cepat dan upaya penyelidikan yang intensif, diharapkan keadilan bagi bayi yang tak bersalah ini dapat tercapai.







