Bayinya Dibawa Orang dan Nyaris Hilang di RS Hasan Sadikin, Nina Tunjuk Kuasa Hukum
Bayinya Dibawa Orang dan Nyaris Hilang di RS Hasan Sadikin, Nina Tunjuk Kuasa Hukum

Bayinya Dibawa Orang dan Nyaris Hilang di RS Hasan Sadikin, Nina Tunjuk Kuasa Hukum

Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Seorang perempuan berusia 27 tahun, Nina Saleha, mengaku hampir kehilangan bayinya setelah terjadi insiden di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Menurut keterangan yang diperoleh, bayi tersebut sempat dibawa oleh pihak tak dikenal di dalam lingkungan rumah sakit, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan dan keabsahan kepemilikan anak tersebut.

Insiden terjadi pada akhir pekan lalu ketika Nina sedang menunggu proses persalinan. Ia melaporkan bahwa seorang petugas atau orang yang tidak dikenalnya tiba‑tiba mengalihkan perhatian staf medis dan berhasil membawa bayi tersebut keluar dari ruangan perawatan. Setelah menyadari kehilangan, Nina langsung melaporkan kejadian kepada pihak keamanan rumah sakit, namun proses pencarian memakan waktu lama dan tidak ada kepastian mengenai keberadaan bayi.

Untuk menegakkan haknya dan memastikan keberadaan serta keamanan bayinya, Nina secara resmi menunjuk seorang kuasa hukum. Kuasa hukum tersebut akan menelusuri jejak kejadian, mengajukan laporan resmi ke kepolisian, dan menuntut pertanggungjawaban pihak rumah sakit serta pihak yang terlibat dalam pengambilan bayi. Langkah‑langkah hukum yang direncanakan meliputi:

  • Mengumpulkan bukti video CCTV dan saksi mata di lingkungan rumah sakit.
  • Mengajukan surat permohonan investigasi kepada kepolisian.
  • Mengajukan gugatan perdata untuk ganti rugi atas trauma dan kerugian yang dialami.
  • Menuntut reformasi prosedur keamanan internal rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

Pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini, namun diperkirakan akan melakukan audit internal dan meninjau kembali protokol penanganan pasien baru‑lahir. Kasus ini menambah daftar peristiwa yang menyoroti pentingnya keamanan dan transparansi dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada unit perawatan intensif neonatal.

Komunitas kesehatan dan publik menunggu perkembangan selanjutnya, terutama mengenai keberadaan bayi Nina dan tindakan hukum yang akan diambil. Kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat regulasi serta pengawasan terhadap prosedur penyerahan dan pengawasan bayi baru lahir di rumah sakit.