BBRMP Maluku Lakukan Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa Seram Bagian Timur
BBRMP Maluku Lakukan Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa Seram Bagian Timur

BBRMP Maluku Lakukan Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa Seram Bagian Timur

Frankenstein45.Com – 26 Juni 2026 | Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku baru-baru ini melakukan monitoring lapangan terhadap pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di enam desa Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kegiatan ini merupakan upaya lanjutan untuk memastikan bahwa bantuan lahan, bibit, dan pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas pertanian kecil‑skala serta ketahanan pangan daerah.

Program Cetak Sawah Rakyat sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Maluku yang menyediakan lahan sawah seluas beberapa hektar, peralatan pertanian dasar, bibit unggul, serta pendampingan teknis bagi petani rakyat. Tujuan utama program ini adalah memaksimalkan pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif, memperluas area pertanian, dan menurunkan ketergantungan pada impor beras.

Tim monitoring BBRMP yang dipimpin oleh Kepala Bidang Modernisasi Pertanian, Dr. H. Ahmad Sulaiman, tiba di lapangan pada tanggal 18 Juni 2026. Selama kunjungan, tim memeriksa kesiapan lahan, penyerapan bibit, pelaksanaan pelatihan, serta kondisi infrastruktur pendukung seperti irigasi dan akses jalan.

Enam desa yang menjadi fokus monitoring antara lain:

  • Desa Bula
  • Desa Lait
  • Desa Kairatu
  • Desa Nusa
  • Desa Tanimbar
  • Desa Datar

Berikut ringkasan data lahan dan jumlah petani yang terlibat di masing‑masing desa:

Desa Luas Lahan (ha) Petani Terlibat
Bula 12,5 45
Lait 9,8 38
Kairatu 11,2 42
Nusa 8,7 31
Tanimbar 10,0 39
Datar 7,9 27

Hasil temuan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan telah dibersihkan dan bibit telah disebar sesuai rencana. Namun, tim juga menemukan beberapa kendala, antara lain akses jalan yang belum memadai, keterbatasan pasokan air irigasi pada musim kemarau, serta kebutuhan pelatihan lanjutan mengenai teknik budidaya padi organik.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BBRMP mengusulkan beberapa rekomendasi:

  • Peningkatan infrastruktur jalan desa agar lahan lebih mudah diakses oleh petani dan kendaraan distribusi.
  • Pembangunan atau perbaikan sistem irigasi sederhana berbasis pompa tenaga surya.
  • Penjadwalan ulang dan penambahan modul pelatihan tentang manajemen hama, penggunaan pupuk organik, dan pemasaran hasil panen.

Secara keseluruhan, BBRMP menilai bahwa Program Cetak Sawah Rakyat berada pada jalur yang tepat untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Seram Bagian Timur. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi, lembaga penyuluhan, dan partisipasi aktif masyarakat desa, diharapkan program ini dapat berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.