Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Barisan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada hari Rabu (14/6) memperlihatkan bukti tertulis yang menunjukkan adanya pemberitahuan resmi terkait aksi demonstrasi yang direncanakan di Bundaran HI. Surat tersebut, yang disampaikan oleh pihak keamanan kampus, memuat tanggal, waktu, serta jalur yang akan dilalui oleh para demonstran.
BEM UI menegaskan bahwa aksi tersebut dimaksudkan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kepolisian yang, menurut mereka, lebih memihak kepada kepentingan elite di ibu kota. Dalam pernyataannya, BEM UI menuduh Polri tidak bersikap netral dan hanya melindungi kelompok-kelompok berkuasa, sementara mengabaikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat umum.
Surat pemberitahuan yang ditunjukkan mencantumkan permohonan izin penataan lalu lintas, penempatan petugas keamanan, serta koordinasi dengan aparat kepolisian setempat. BEM UI menilai bahwa prosedur ini hanyalah formalitas belaka, mengingat respons kepolisian terhadap rencana aksi sebelumnya terkesan menolak atau menunda pertemuan dengan pihak mahasiswa.
Sejumlah mahasiswa yang terlibat menilai tindakan Polri sebagai upaya menekan gerakan protes dengan dalih menjaga keamanan publik. Mereka menyoroti bahwa penegakan hukum di kawasan Bundaran HI selama ini cenderung menguntungkan pihak-pihak bisnis dan politik yang berpengaruh, sementara suara warga biasa terpinggirkan.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan BEM UI dalam pernyataan resmi:
- Pengajuan surat pemberitahuan aksi telah dilakukan lebih dari satu minggu sebelum rencana demonstrasi.
- Polri tidak memberikan tanggapan yang konstruktif, melainkan menegaskan bahwa aksi dapat mengganggu kelancaran lalu lintas tanpa menawarkan solusi.
- Mahasiswa menuntut dialog terbuka antara pihak kampus, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk mencari alternatif penyelenggaraan aksi yang tidak mengganggu publik.
- Penolakan terhadap kebijakan yang dianggap mengutamakan kepentingan elite, termasuk penataan ruang publik yang mengesampingkan hak berunjuk rasa.
Ketegangan antara BEM UI dan kepolisian ini menambah daftar dinamika hubungan mahasiswa dengan aparat keamanan di Indonesia. Sementara pihak kampus menunggu klarifikasi lebih lanjut dari Polri, BEM UI berjanji akan tetap melanjutkan aksi dengan tetap memperhatikan prosedur yang ada namun tidak mengorbankan hak sipil.




