Frankenstein45.Com – 30 April 2026 | Penggunaan perangkat digital oleh anak-anak semakin meningkat, baik untuk hiburan, belajar, maupun interaksi sosial. Dokter spesialis anak subspesialis neurologi anak, dr. R R Amanda Soebadi, Sp.A(K), M.Med, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi aktivitas screen time agar tetap sehat dan produktif.
Berikut beberapa bentuk pendampingan yang dapat diterapkan oleh orang tua saat anak menggunakan layar:
- Menetapkan Batas Waktu: Tentukan durasi harian yang realistis, misalnya 30 menit hingga 1 jam untuk anak prasekolah dan maksimal 2 jam untuk usia sekolah dasar. Gunakan timer atau aplikasi pengatur waktu untuk membantu.
- Memilih Konten yang Edukatif: Pilih aplikasi atau video yang mendukung pembelajaran, seperti permainan yang melatih logika, bahasa, atau kreativitas. Hindari konten yang berisi kekerasan atau bahasa tidak pantas.
- Berinteraksi Bersama: Duduk bersama anak saat ia menonton atau bermain, beri komentar, ajukan pertanyaan, dan hubungkan materi yang ditampilkan dengan pengalaman nyata.
- Mengajarkan Etika Digital: Jelaskan pentingnya privasi, tidak membagikan informasi pribadi, serta sikap sopan dalam berkomunikasi online.
- Memberikan Alternatif Aktivitas: Selingi screen time dengan kegiatan fisik, membaca buku, atau bermain kreatif tanpa layar untuk menjaga keseimbangan.
- Mengawasi Postur dan Jarak Pandang: Pastikan anak duduk dengan posisi yang ergonomis, layar tidak terlalu dekat dengan mata, dan pencahayaan ruangan memadai.
- Evaluasi Berkala: Lakukan review bersama anak tentang apa yang dipelajari atau dirasakan selama penggunaan layar, serta sesuaikan aturan bila diperlukan.
Dr. Soebadi juga menekankan bahwa peran orang tua bukan sekadar mengontrol, melainkan menjadi fasilitator yang membantu anak mengembangkan keterampilan kritis dalam menghadapi dunia digital. Dengan pendampingan yang tepat, screen time dapat menjadi alat yang mendukung perkembangan kognitif dan sosial anak tanpa menimbulkan dampak negatif.




