Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pada tahun 2026 harga beras diproyeksikan tetap stabil, berkat kebijakan penambahan cadangan beras nasional yang kini melebihi 5 juta ton. Dengan cadangan tersebut, inflasi yang dipicu oleh harga beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional.
Beberapa langkah strategis yang diambil meliputi:
- Penguatan sistem pengadaan beras melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk memastikan pasokan yang cukup.
- Peningkatan stok strategis di gudang-gudang pemerintah di seluruh wilayah.
- Koordinasi intensif dengan petani melalui skema subsidi benih, pupuk, dan harga gabah yang kompetitif.
- Pengawasan harga eceran di pasar tradisional dan modern secara real‑time.
Berikut ringkasan data terbaru terkait inflasi beras dan cadangan nasional:
| Tahun | Kontribusi Inflasi Beras (%) | Stok Beras Nasional (juta ton) |
|---|---|---|
| 2023 | 2,8 | 4,2 |
| 2024 | 1,9 | 4,8 |
| 2025 | 1,2 | 5,3 |
| 2026 (target) | ≤0,5 | >5 |
Dengan stok yang melimpah, pemerintah dapat menanggulangi fluktuasi pasokan akibat faktor cuaca atau gangguan logistik, sehingga harga beras tetap terjaga bagi konsumen. Di sisi lain, kebijakan harga gabah yang adil membantu petani memperoleh pendapatan yang stabil, menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.
Pemerintah juga menegaskan bahwa mekanisme penetapan harga beras akan terus dipantau secara berkala, dan kebijakan akan disesuaikan bila diperlukan untuk menghindari tekanan inflasi di masa depan.




