Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Surabaya, 26 Mei 2026 – Di laga menegangkan pekan ini, Persebaya Surabaya berhasil mencatat kemenangan telak 4-0 atas Arema FC. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah koleksi poin, melainkan juga menjadi ajang eksperimen taktis bagi pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, yang memanfaatkan sejumlah pemain Tim Nasional Indonesia sebagai ujicoba strategi baru.
Skor Akhir dan Momen Krusial
Pertandingan yang digelar di Gelora Bung Tomo berakhir dengan skor 4-0 untuk Persebaya. Gol pertama dicetak pada menit ke-12 oleh striker muda, Iqbal Maulana, yang memanfaatkan umpan silang dari sayap kanan. Gol kedua datang tak lama setelahnya, tepatnya pada menit ke-27, ketika gelandang tengah, Evan Dimas, menembakkan bola ke sudut atas gawang Arema. Menit ke-55 menyaksikan gol ketiga melalui tendangan bebas mematikan dari pemain bek kiri, Rizky Dwi Pangestu. Gol penutup ditutup pada menit ke-78 oleh penyerang asal Timnas, Rezaldi Hehanusa, yang menambah kepercayaan diri tim.
Eksperimen Tavares dengan Pemain Timnas
Sejak awal musim, Bernardo Tavares dikenal suka memberi peluang kepada pemain yang telah menembus skuad Tim Nasional Indonesia. Dalam pertandingan melawan Arema, ia menurunkan formasi 4-3-3 dengan tiga pemain inti Timnas berada di lini tengah dan depan. Evan Dimas, Iqbal Maulana, dan Rezaldi Hehanusa menjadi contoh utama. Tavares menyatakan, “Saya ingin melihat bagaimana dinamika tim ketika pemain-pemain berpengalaman internasional bermain bersama pemain muda. Ini penting untuk persiapan kompetisi jangka panjang.”
Eksperimen ini ternyata membuahkan hasil. Kombinasi kecepatan Iqbal di sisi kanan, kreativitas Evan di tengah, dan penyelesaian akhir Rezaldi memberi tekanan konstan pada pertahanan Arema. Selain itu, peran pemain bertahan seperti Rizky Dwi Pangestu yang juga pernah dipanggil ke Timnas menunjukkan peningkatan koordinasi lini belakang, mengurangi celah yang biasanya dimanfaatkan lawan.
Statistik Kunci
- Penguasaan bola: 62% untuk Persebaya vs 38% untuk Arema
- Tembakan tepat sasaran: 8 kali (Persebaya) vs 3 kali (Arema)
- Pass akurat: 84% (Persebaya) vs 71% (Arema)
- Kartu kuning: 2 kartu untuk Persebaya, 3 kartu untuk Arema
Langkah Selanjutnya: Libur Panjang
Setelah menutup musim dengan kemenangan 5-0 atas Persik Kediri pada pekan sebelumnya, Persebaya kini mengumumkan libur panjang. Bernardo Tavares mengakui bahwa jadwal kompetisi musim depan masih belum pasti, sehingga tim memutuskan untuk tidak menjadwalkan latihan rutin sampai ada kepastian resmi dari pihak liga. “Kami masih menunggu konfirmasi resmi mengenai tanggal mulai kompetisi. Sementara itu, pemain akan tetap menjalani program kebugaran individu, namun tidak ada sesi latihan tim terstruktur,” ujar Tavares dalam konferensi pers.
Keputusan ini juga berdampak pada dua pemain asing, Bruno Paraiba dan Gustavo Fernandes, yang telah mengakhiri kontrak lebih awal dan meninggalkan Surabaya. Kedua pemain tersebut sebelumnya menjadi andalan di lini serang, namun kini klub lebih fokus pada pengembangan talenta lokal dan pemain Timnas.
Libur panjang ini memberikan kesempatan bagi para pemain muda yang belum mendapatkan banyak menit bermain di pertandingan resmi untuk mengasah kemampuan di lingkungan latihan pribadi. Tim medis klub juga akan melakukan pemantauan kebugaran secara berkala, memastikan bahwa kondisi fisik tetap optimal menjelang kompetisi berikutnya.
Dengan hasil pertandingan melawan Arema yang gemilang dan keputusan untuk beristirahat sejenak, harapan besar menumpuk pada Persebaya untuk kembali tampil lebih kuat di musim depan. Keberhasilan eksperimen taktik Tavares di lapangan menjadi bukti bahwa integrasi pemain Timnas ke dalam strategi klub dapat menjadi kunci keberhasilan jangka panjang, baik di tingkat domestik maupun pada kancah internasional.
Para pendukung dan pengamat sepakbola menantikan kabar selanjutnya mengenai jadwal kompetisi serta perkembangan pemain yang telah diuji coba. Sementara itu, suasana optimism tetap menggelora di Surabaya, menandakan bahwa masa depan Persebaya masih penuh potensi.




