Berpacu dengan waktu, ratusan telur penyu di Pantai Paloh Sambas dievakuasi dari predator dan penjarah
Berpacu dengan waktu, ratusan telur penyu di Pantai Paloh Sambas dievakuasi dari predator dan penjarah

Berpacu dengan waktu, ratusan telur penyu di Pantai Paloh Sambas dievakuasi dari predator dan penjarah

Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Pantai Paloh di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi saksi aksi cepat para relawan konservasi dalam menyelamatkan ratusan telur penyu yang berisiko dimangsa predator alami maupun dirampas oleh penjarah. Ketua Pokmas Wahana Bahari Paloh, Zulfian, memimpin tim untuk memindahkan telur-telur tersebut dari sarang yang berada di zona monitor penyu ke tempat penetasan yang lebih aman.

Proses evakuasi dimulai setelah tim lapangan menemukan tanda-tanda serangan kepiting pasir, monitor lizard, serta indikasi kehadiran pemburu ilegal. Mengingat masa inkubasi penyu memerlukan suhu dan kelembaban yang stabil, setiap langkah pengambilan telur dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak embrio.

  • Tim memeriksa sarang secara visual dan menggunakan lampu senter untuk mengidentifikasi telur yang masih hidup.
  • Telur diangkat satu per satu menggunakan sarung tangan khusus untuk menghindari tekanan berlebih.
  • Setelah dipindahkan, telur ditempatkan dalam kotak berisi pasir steril dengan kondisi suhu terkontrol.
  • Kotak kemudian dibawa ke pusat penetasan yang dikelola oleh Wahana Bahari Paloh.

Langkah-langkah pengamanan tambahan meliputi pemasangan pagar kayu di sekitar zona penetasan, patroli rutin oleh sukarelawan, serta pelatihan masyarakat setempat tentang pentingnya melindungi penyu. Kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat juga memperkuat upaya pengawasan terhadap aktivitas illegal.

Keberhasilan evakuasi ini diharapkan dapat meningkatkan angka menetas penyu yang selama ini menurun akibat perburuan telur dan kehilangan habitat. Tim konservasi menargetkan agar lebih dari 80% telur yang dipindahkan berhasil menetas dan mengeluarkan anak penyu yang kemudian dilepas kembali ke laut pada musim berikutnya.