Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Dalam sebuah pertemuan bilateralisme antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae‑myung, isu pasokan gas alam cair (LNG) menjadi salah satu topik utama yang dibahas. Kedua pemimpin menegaskan pentingnya memperkuat hubungan energi antara kedua negara demi memastikan kestabilan pasokan dan keamanan sumber daya.
Presiden Lee menyoroti kebutuhan Indonesia akan energi yang dapat diandalkan, terutama di tengah upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional. Ia menyatakan kesiapan Korea Selatan untuk berkontribusi dalam penyediaan LNG dengan menawarkan teknologi terbaru serta kemungkinan investasi dalam infrastruktur penyimpanan dan distribusi.
Prabowo menanggapi dengan positif, menekankan bahwa Indonesia tengah memperluas jaringan pipa dan terminal LNG untuk menampung volume impor yang meningkat. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Korea Selatan dapat mempercepat transfer pengetahuan teknis serta membuka peluang joint venture dalam sektor energi.
- Indonesia menargetkan peningkatan impor LNG sebesar 20% dalam lima tahun ke depan.
- Korea Selatan memiliki kapasitas produksi LNG yang cukup besar dan berpengalaman dalam proyek infrastruktur energi.
- Kedua negara sepakat untuk membentuk tim kerja yang akan mengevaluasi peluang investasi dan skema kerjasama jangka panjang.
Selain LNG, pertemuan tersebut juga menyentuh bidang lain seperti pengembangan energi terbarukan, teknologi digital, dan pertahanan. Kedua pihak sepakat untuk menjajaki kolaborasi dalam proyek‑proyek yang dapat meningkatkan ketahanan energi regional serta mendukung agenda dekarbonisasi.
Kesepakatan awal ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembicaraan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dalam waktu dekat.




