BGN Catat 1.720 SPPG di Indonesia Masih Tutup Sementara
BGN Catat 1.720 SPPG di Indonesia Masih Tutup Sementara

BGN Catat 1.720 SPPG di Indonesia Masih Tutup Sementara

Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 1.720 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Penutupan sementara ini menimbulkan keprihatinan karena SPPG berperan penting dalam penyediaan layanan gizi bagi ibu hamil, menyusui, balita, dan kelompok rentan lainnya.

Berbagai faktor menjadi penyebab utama penutupan tersebut, antara lain:

  • Renovasi dan perbaikan infrastruktur fasilitas yang belum selesai.
  • Kekurangan tenaga medis dan ahli gizi yang terlatih.
  • Pembatasan operasional akibat situasi darurat kesehatan, termasuk pandemi COVID-19.
  • Masalah logistik dalam penyediaan bahan makanan tambahan dan peralatan gizi.

Data terbaru BGN menunjukkan perbandingan antara jumlah total SPPG yang ada dengan yang masih tertutup:

Kategori Jumlah
Total SPPG Terdaftar 7.500
SPPG yang Beroperasi 5.780
SPPG Ditutup Sementara 1.720

BGN menegaskan bahwa upaya percepatan pembukaan kembali SPPG yang tertutup menjadi prioritas. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat meningkatkan koordinasi, mempercepat proses perbaikan fasilitas, serta menambah tenaga ahli guna memastikan layanan gizi dapat kembali menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, BGN mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan pola makan sehat dan memanfaatkan layanan gizi alternatif yang tersedia, seperti posyandu, puskesmas, dan layanan daring yang disediakan oleh kementerian terkait.