Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmen untuk tidak mengulangi praktek pengadaan barang yang tidak memberikan manfaat pada tahun 2026. Pernyataan ini muncul setelah evaluasi internal menunjukkan adanya penyimpangan dalam pengeluaran program Makanan Bergizi (MBG) yang berpotensi menurunkan efektivitas anggaran.
Beberapa poin utama yang disorot oleh BGN meliputi:
- Peningkatan kontrol anggaran: Semua permintaan barang harus melalui proses verifikasi berlapis, termasuk analisis kebutuhan, estimasi biaya, dan persetujuan akhir oleh komite audit.
- Evaluasi program MBG yang lebih ketat: Setiap kegiatan pembelian akan dinilai berdasarkan dampak gizi yang dihasilkan serta nilai ekonomi yang dioptimalkan.
- Transparansi laporan keuangan: Publikasi laporan pengadaan akan dilakukan secara berkala, memungkinkan pemangku kepentingan mengawasi penggunaan dana secara real time.
BGN juga mengumumkan rencana pembuatan dashboard digital yang menampilkan data pengadaan secara terintegrasi, sehingga meminimalkan risiko duplikasi atau pembelian barang yang tidak relevan. Sistem ini diharapkan dapat beroperasi mulai kuartal pertama 2026.
Langkah-langkah tambahan yang direncanakan meliputi:
- Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) baru untuk setiap tahapan pengadaan.
- Pelatihan staf pengadaan tentang prinsip efisiensi dan akuntabilitas.
- Audit eksternal tahunan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan yang telah ditetapkan.
Dengan serangkaian kebijakan ini, BGN berharap dapat menekan pemborosan, meningkatkan kualitas layanan gizi, dan meneguhkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara.




