Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa cadangan devisa (cadev) negara tetap berada pada level yang lebih dari cukup untuk mendukung stabilitas ekonomi, meskipun mengalami penurunan sejak awal tahun 2026.
| Periode | Cadangan Devisa (US$ Miliar) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Desember 2025 | 135,3 | — |
| Maret 2026 | 132,5 | -2,1 |
Meskipun nilai total mengalami penurunan, komposisi cadangan tetap kuat. Sekitar 68% cadangan terdiri dari aset likuid seperti surat berharga pemerintah Amerika Serikat dan obligasi berdenominasi dolar, sementara sisanya tersebar di mata uang lain serta emas.
BI menekankan bahwa tingkat kecukupan cadangan masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh International Monetary Fund (IMF), yaitu 15% dari cadangan devisa bruto. Saat ini, rasio kecukupan tercatat sekitar 19,4%.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan BI antara lain:
- Peningkatan permintaan devisa untuk pembayaran impor, terutama energi dan bahan baku industri.
- Arus keluar investasi asing (FDI) yang bersifat jangka pendek.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Untuk menjaga kestabilan, BI menyatakan akan terus melakukan intervensi pasar valuta asing bila diperlukan, serta mengoptimalkan kebijakan moneter yang mendukung likuiditas dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan cadangan devisa yang masih berada pada level yang memadai, BI yakin dapat menghadapi tekanan eksternal dan menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia.




