Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk memperluas ekosistem pembayaran digital melalui QRIS ke pasar internasional, khususnya Tiongkok. Upaya ini diharapkan meningkatkan kemudahan transaksi bagi wisatawan, pelaku bisnis, dan perorangan yang beraktivitas lintas batas.
Walaupun langkah tersebut sudah resmi diumumkan, penerapan QRIS di Tiongkok masih berada pada fase awal dengan beberapa jenis kode QR yang dapat diproses, antara lain UnionPay QR, Alipay QR, serta QR terintegrasi yang menampilkan logo UnionPay dan Alipay.
- UnionPay QR – sistem kode QR yang dikelola oleh jaringan pembayaran terbesar di Tiongkok.
- Alipay QR – solusi pembayaran digital yang banyak dipakai di platform e‑commerce dan layanan keuangan Alipay.
- Unified QR – kode gabungan yang memungkinkan pemindaian menggunakan aplikasi UnionPay atau Alipay.
Beberapa faktor masih menjadi kendala bagi penyebaran luas QRIS di Tiongkok, antara lain perbedaan standar teknis, regulasi lintas negara, serta tingkat adopsi merchant yang belum merata. BI menyatakan bahwa kerja sama dengan otoritas keuangan Tiongkok dan penyedia jaringan pembayaran akan terus diperkuat untuk mengatasi hambatan tersebut.
Keuntungan yang diharapkan meliputi percepatan transaksi tanpa tunai, pengurangan biaya konversi mata uang, serta peningkatan inklusi keuangan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang berorientasi ekspor. Selain itu, integrasi QRIS dengan sistem pembayaran Tiongkok dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran digital regional.
BI menargetkan peningkatan jumlah merchant yang mendukung QRIS internasional dalam jangka menengah, sambil terus memantau keamanan data dan kepatuhan terhadap standar anti‑pencucian uang. Dengan dukungan regulator dan pemangku kepentingan, diharapkan QRIS dapat menjadi jembatan pembayaran yang andal antara Indonesia dan Tiongkok.




