BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Menteri Maruarar Sirait Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap Stabil
BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Menteri Maruarar Sirait Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap Stabil

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Menteri Maruarar Sirait Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap Stabil

Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen, naik 25 basis poin dari level sebelumnya. Kenaikan ini merupakan respons terhadap tekanan inflasi yang masih berada di atas target serta kondisi eksternal yang menantang.

Dalam konferensi pers, Menteri Keuangan dan Pembangunan Maruarar Sirait menegaskan bahwa kenaikan BI Rate tidak akan berpengaruh pada bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kestabilan kredit perumahan guna mendukung program rumah layak huni.

Berikut beberapa poin penting terkait keputusan tersebut:

  • Kenaikan BI Rate menjadi 5,75% bertujuan menurunkan laju inflasi yang saat ini berada di kisaran 4,8%.
  • Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan biaya pinjaman bagi sektor korporasi dan konsumer, namun tidak menyentuh suku bunga KPR subsidi.
  • KPR subsidi tetap berada pada tingkat bunga 7,5% untuk tenor 5-15 tahun, sesuai dengan kebijakan sebelumnya.

Impact pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat dilihat pada tabel berikut:

Variabel Sebelum Setelah
Suku Bunga KPR Subsidi 7,5% 7,5%
Angsuran Bulanan (Rp) Rp 1.200.000 Rp 1.200.000
Biaya Pinjaman Total (5 tahun) Rp 720.000.000 Rp 720.000.000

Para pakar ekonomi menilai bahwa langkah menjaga suku bunga KPR subsidi sangat penting untuk menghindari beban tambahan pada rumah tangga miskin. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga acuan dapat memicu penurunan aktivitas kredit secara umum, sehingga pertumbuhan ekonomi harus dipantau secara ketat.

Secara keseluruhan, meskipun BI Rate naik, kebijakan perlindungan KPR subsidi menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan perumahan bagi lapisan masyarakat paling rentan.