Frankenstein45.Com – 31 Maret 2026 | Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa keluarga harus aktif membangun kebiasaan digital yang sehat bagi anak-anak di tengah peningkatan penggunaan perangkat elektronik.
Untuk mengatasi tantangan ini, BKKBN mengusulkan beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan orang tua:
- Menetapkan batasan waktu penggunaan perangkat, misalnya tidak lebih dari satu jam pada hari sekolah dan dua jam pada akhir pekan.
- Menggunakan fitur kontrol orang tua yang tersedia pada sistem operasi atau aplikasi khusus untuk memfilter konten yang tidak sesuai.
- Mendorong aktivitas offline seperti bermain di luar, membaca buku, atau berinteraksi dengan anggota keluarga.
- Mengajarkan anak tentang keamanan online, termasuk cara melindungi data pribadi dan mengidentifikasi informasi palsu.
- Menjadi contoh dengan mengurangi penggunaan gadget di depan anak, terutama saat makan atau berbincang bersama.
BKKBN juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, lembaga pemerintah, dan penyedia layanan digital untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pembelajaran yang aman dan produktif. Program edukasi digital yang terintegrasi di sekolah diharapkan dapat menambah literasi digital anak sejak dini.
Dengan pendekatan yang konsisten, keluarga dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan digital yang seimbang, meminimalisir risiko kecanduan, serta memaksimalkan manfaat teknologi untuk pendidikan dan kreativitas.







