Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat berhasil mengevakuasi seekor harimau Sumatera yang terjebak dalam perangkap babi di wilayah Pasaman. Kejadian ini dilaporkan pada tanggal yang belum dipublikasikan, dan segera menarik perhatian publik serta pihak terkait.
Perangkap babi yang dipasang oleh peternak setempat untuk melindungi ternak dari serangan hewan liar secara tidak sengaja menjerat harimau, yang kemudian tidak dapat bergerak dan mengalami luka pada kaki.
Tim BKSDA yang dipimpin oleh petugas konservasi melakukan serangkaian langkah berikut:
- Mengamankan area sekitar perangkap untuk mencegah gangguan tambahan.
- Menganalisis jenis perangkap serta kondisi luka harimau.
- Menggunakan peralatan penangkap khusus dan obat penenang ringan untuk mengurangi stres hewan.
- Melakukan proses pelepasan perlahan‑lahan sambil memantau tanda‑tanda vital.
- Mengantar harimau ke pusat rehabilitasi satwa liar terdekat untuk perawatan lanjutan.
Setelah evakuasi, harimau tersebut dipindahkan ke Pusat Rehabilitasi Satwa Liar (PRSL) di Padang, di mana tim dokter hewan akan memberikan perawatan medis dan pemulihan sebelum dilepaskan kembali ke habitat alaminya.
Kejadian ini menyoroti pentingnya koordinasi antara peternak, masyarakat lokal, dan lembaga konservasi dalam mengelola konflik manusia‑satwa. BKSDA menekankan perlunya edukasi tentang penggunaan perangkap yang ramah satwa serta penetapan zona aman di sekitar kawasan konservasi.




