BNI Himpun USD700 Juta dari AT1, Permintaan Investor Oversubscribe 3,6 Kali
BNI Himpun USD700 Juta dari AT1, Permintaan Investor Oversubscribe 3,6 Kali

BNI Himpun USD700 Juta dari AT1, Permintaan Investor Oversubscribe 3,6 Kali

Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) baru-baru ini berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 700 juta (sekitar Rp 11,9 triliun) melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities. Penawaran ini mendapat sambutan luar biasa dari kalangan investor, dengan total permintaan mencapai 3,6 kali lipat dari jumlah yang ditawarkan.

AT1 merupakan salah satu jenis surat berharga yang dapat dihitung sebagai bagian dari modal inti bank, yang bersifat perpetual (tidak ada tanggal jatuh tempo) dan non-cumulative (tidak ada kewajiban pembayaran dividen jika tidak dapat dibayarkan pada periode tertentu). Instrumen ini dirancang untuk memperkuat struktur permodalan bank, terutama dalam rangka memenuhi regulasi Basel III serta menjaga stabilitas keuangan di tengah ketidakpastian pasar.

Faktor-faktor yang mendorong tingginya minat investor antara lain:

  • Kebutuhan modal yang kuat pada sektor perbankan Indonesia untuk menghadapi tantangan ekonomi global.
  • Rating kredit BNI yang tetap solid, memberikan rasa aman bagi investor institusional.
  • Strategi diversifikasi portofolio yang menarik, mengingat AT1 menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibanding obligasi konvensional.

Berikut adalah rangkuman utama dari penawaran AT1 BNI:

Parameter Detail
Jumlah dana yang dihimpun USD 700 juta (≈ Rp 11,9 triliun)
Jenis instrumen Additional Tier-1 (Perpetual Non-Cumulative Capital Securities)
Oversubscribe 3,6 kali lipat
Tujuan penggunaan dana Memperkuat struktur permodalan, meningkatkan rasio CET1, dan mendukung ekspansi bisnis

Dengan dana tambahan ini, BNI diharapkan dapat meningkatkan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) serta memperkuat posisi keuangan untuk mendukung pertumbuhan kredit dan layanan digital di masa depan. Langkah ini juga menandakan kepercayaan pasar terhadap kemampuan BNI dalam mengelola risiko dan menavigasi lingkungan ekonomi yang dinamis.

Para investor, terutama institusi keuangan dan dana pensiun, melihat AT1 BNI sebagai peluang investasi yang menggabungkan potensi imbal hasil tinggi dengan profil risiko yang terkelola melalui regulasi ketat. Keberhasilan penawaran ini menegaskan posisi BNI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia yang mampu menarik minat global dalam rangka memperkuat fondasi modalnya.