Frankenstein45.Com – 10 April 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) resmi mengumumkan penutupan layanan Internet Banking secara bertahap yang akan dimulai pada 21 April 2026. Kebijakan ini menjadi bagian penting dari strategi transformasi digital bank terbesar kedua di Indonesia, yang bertujuan menyajikan layanan keuangan terintegrasi, modern, dan selaras dengan kebutuhan nasabah masa kini.
Penutupan tidak dilakukan secara mendadak. BNI memberi jangka waktu transisi agar nasabah dapat memindahkan semua aktivitas perbankan ke platform baru yang telah dipersiapkan, yaitu aplikasi wondr by BNI untuk nasabah individu dan BNIdirect bagi segmen bisnis. Kedua platform menawarkan fitur yang lebih canggih, antarmuka yang lebih ramah pengguna, serta keamanan berlapis yang dirancang khusus untuk mengurangi risiko penipuan.
Alur Transisi dan Jadwal Penutupan
Proses penutupan layanan Internet Banking akan dilaksanakan dalam tiga fase utama:
- Fase 1 (21‑30 April 2026): Pengumuman resmi dan pemberitahuan kepada seluruh nasabah melalui kanal digital, SMS, serta email. Pada fase ini, nasabah diminta untuk mengunduh dan mengaktifkan aplikasi wondr atau BNIdirect.
- Fase 2 (1‑15 Mei 2026): Pembatasan fungsi tertentu pada Internet Banking, seperti transfer antarbank dan pembayaran tagihan, yang hanya dapat dilakukan melalui aplikasi baru. BNI menyediakan layanan bantuan khusus 24 jam untuk membantu proses migrasi.
- Fase 3 (16‑30 Mei 2026): Penutupan total akses Internet Banking. Semua transaksi harus dilakukan melalui wondr atau BNIdirect. BNI akan menonaktifkan server lama secara permanen pada akhir bulan Mei.
Selama periode transisi, nasabah tetap dapat mengakses layanan nasabah lama secara terbatas, namun BNI sangat menyarankan untuk segera beralih demi keamanan dan kenyamanan.
Fitur Unggulan Wondr by BNI
Aplikasi wondr by BNI dirancang untuk memberikan pengalaman perbankan yang menyeluruh bagi pengguna individu. Beberapa fitur utama meliputi:
- Transaksi Harian: Transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian pulsa, dan QR Code payment dengan satu sentuhan.
- Insight Keuangan: Analisis otomatis pengeluaran, grafik cash flow, dan rekomendasi penghematan berbasis AI.
- Growth: Fasilitas investasi reksa dana, obligasi, serta layanan perencanaan keuangan jangka panjang.
Antarmuka aplikasinya menggunakan desain minimalis dan navigasi intuitif, sehingga pengguna tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi.
BNIdirect untuk Nasabah Bisnis
BNI tidak melupakan segmen korporat. BNIdirect menjadi solusi digital terintegrasi yang mendukung kebutuhan operasional bisnis, antara lain:
- Transfer instan antar rekening dan antar bank.
- Transaksi massal dengan upload file CSV atau Excel.
- Otorisasi transaksi dengan single user atau multi‑user workflow.
- Rekap keuangan real‑time, termasuk laporan arus kas dan saldo harian.
Platform ini juga dilengkapi dengan modul keamanan berlapis, termasuk otentikasi biometrik, token OTP, dan monitoring aktivitas mencurigakan secara otomatis.
Peringatan Penipuan dan Edukasi Keamanan
Seiring dengan peralihan layanan, BNI menegaskan kembali komitmen untuk melindungi nasabah dari ancaman penipuan siber. Pihak bank menegaskan bahwa BNI tidak akan pernah meminta data sensitif seperti OTP, PIN, password, User ID, atau CVC melalui telepon, SMS, atau email. Nasabah yang menerima permintaan semacam itu diimbau segera menghubungi Call Center resmi di 1500046 atau mengunjungi situs resmi www.bni.co.id.
BNI juga meluncurkan kampanye edukasi keamanan digital melalui media sosial, video tutorial, dan webinar khusus bagi nasabah yang belum familiar dengan aplikasi baru.
Langkah Praktis Bagi Nasabah
Berikut langkah-langkah yang disarankan nasabah untuk memastikan transisi berjalan mulus:
- Unduh aplikasi wondr by BNI (Android/iOS) atau BNIdirect sesuai kebutuhan.
- Login menggunakan kredensial nasabah Internet Banking yang sama, kemudian ikuti proses verifikasi dua faktor.
- Transfer saldo dan data histori transaksi dari Internet Banking ke aplikasi baru melalui fitur “Migrasi Data” yang tersedia pada menu utama.
- Setel preferensi notifikasi, otorisasi, dan limit transaksi sesuai kebijakan pribadi atau perusahaan.
- Hubungi layanan bantuan BNI bila menemukan kendala teknis atau keamanan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, nasabah dapat meminimalkan gangguan layanan dan tetap menikmati kemudahan perbankan digital.
Penutupan Internet Banking BNI menandai era baru bagi layanan perbankan digital di Indonesia. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional bank, tetapi juga menyiapkan nasabah untuk mengadopsi teknologi keuangan terkini. BNI berharap nasabah dapat beralih dengan lancar ke wondr dan BNIdirect, sehingga pengalaman perbankan menjadi lebih aman, cepat, dan terintegrasi.







