Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa gempa bumi yang melanda Palu, Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan potensi likuifaksi. Pernyataan ini disampaikan setelah tim ahli melakukan survei lapangan dan analisis geoteknik pada area terdampak.
Gempa yang terjadi memiliki magnitudo signifikan dan menimbulkan kerusakan pada bangunan serta infrastruktur. Namun, karakteristik tanah di wilayah Palu, yang mayoritas terdiri dari batuan keras dan endapan yang tidak mudah mengalami proses likuifaksi, menjadi faktor utama yang mengurangi risiko tersebut.
Berikut poin-poin penting yang diungkapkan BNPB:
- Tanah di sekitar pusat gempa didominasi oleh batuan granit dan andesit, yang memiliki kekuatan shear tinggi.
- Pengujian laboratorium menunjukkan nilai kepadatan relatif di atas batas kritis untuk likuifaksi.
- Tidak ditemukan tanda-tanda permukaan tanah yang mengalir atau mengendap secara tiba-tiba setelah gempa.
Likuidasi atau likuifaksi tanah biasanya terjadi ketika gempa menggoyangkan tanah berpasir yang jenuh air, sehingga tanah kehilangan kekuatan dan berperilaku seperti cairan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kerusakan tambahan pada struktur bangunan, jalan, dan jaringan utilitas.
BNPB menegaskan bahwa meskipun potensi likuifaksi tidak ada, upaya mitigasi bencana tetap diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan pihak berwenang, dan melaporkan kerusakan yang mungkin belum terdeteksi.
Tim penilai juga akan terus memantau kondisi geologi dan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan keselamatan publik serta memperkuat ketahanan daerah terhadap gempa di masa mendatang.




