Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali menjadi sorotan usai Persib Bandung berhasil mencatatkan kemenangan tipis 3-2 dalam laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Meskipun pertandingan berakhir dengan insiden kartu merah yang menambah dramatis, Hodak menegaskan bahwa timnya telah menguasai alur permainan sejak menit pertama.
Menurut pernyataan yang disampaikan di lapangan latihan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Hodak menyoroti tiga aspek utama yang menjadi kunci kemenangan: penguasaan wilayah, efisiensi serangan, dan kestabilan mental. “Kami menguasai laga sebelum insiden kartu merah. Dari segi penguasaan bola, tekanan tinggi, dan penciptaan peluang, tim sudah berada di atas. Kartu merah memang menambah beban, namun mental pemain tetap terjaga,” ujarnya.
Penguasaan Wilayah dan Dominasi Serangan
Statistik resmi pertandingan menunjukkan Persib melakukan 58% penguasaan bola, dengan total tembakan ke gawang mencapai 29 kali. Bojan menilai bahwa angka tembakan tersebut mencerminkan intensitas ofensif yang konsisten, meskipun konversi gol masih menjadi tantangan. “Jika kami dapat menambah satu atau dua gol lagi, hasilnya akan jauh lebih meyakinkan,” tambahnya.
Dalam fase pertama, Persib memanfaatkan kecepatan sayap kanan, terutama melalui Beckham Putra, yang berhasil menciptakan dua peluang berbahaya. Gol pertama datang dari tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi, memberi kepercayaan diri pada lini serang.
Kartu Merah dan Dampaknya
Insiden kartu merah terjadi pada menit ke-78 ketika salah satu gelandang tengah terlibat dalam duel keras dengan pemain lawan. Hodak mengakui bahwa keputusan tersebut menambah tekanan pada pemain cadangan yang harus menutupi posisi yang ditinggalkan. Namun, ia menekankan bahwa tim sudah menyiapkan skema rotasi yang fleksibel, sehingga penurunan performa dapat diminimalisir.
“Kami memang mempersulit diri sendiri dengan kehilangan satu pemain, namun mentalitas tim kami sudah terlatih untuk tetap fokus. Itu yang membedakan kami dari tim lain,” kata Bojan.
Persaingan Ketat dengan Borneo FC
Seiring poin Persib dan Borneo FC kini berimpitan di angka 66 poin, pertarungan untuk gelar juara menjadi semakin menegangkan. Hodak menegaskan bahwa lima laga tersisa akan menjadi penentu utama. Ia menambahkan, “Kami masih di puncak klasemen berkat head‑to‑head, namun Borneo memiliki jadwal yang tidak kalah berat. Kedua tim masih memiliki peluang untuk kehilangan poin, sehingga persaingan menjadi sangat menarik bagi sepak bola Indonesia.”
Berikut jadwal lima laga terakhir Persib yang akan menjadi arena pertaruhan poin:
- Pekan ke-31: Persib vs Bhayangkara Presisi Lampung FC (Kandang)
- Pekan ke-32: Persib vs Bali United (Lawan)
- Pekan ke-33: Persib vs Persija Jakarta (Kandang)
- Pekan ke-34: Persib vs PSM Makassar (Lawan)
- Pekan ke-35: Persib vs Arema FC (Kandang)
Kesiapan Fisik dan Cedera
Pelatih juga memberikan update mengenai kondisi fisik pemain. Gelandang andalan, Eliano Reijnders, sedang dalam proses rehabilitasi setelah mengalami benturan. Bojan menegaskan bahwa cedera tidak bersifat serius dan diperkirakan akan kembali dalam satu atau dua hari ke depan. Selain itu, tim melakukan program pemulihan intensif bagi pemain yang telah bermain penuh selama pertandingan.
“Fisik kami bagus, cara berlari, taktik juga solid. Kami menciptakan 29 tembakan, namun yang kurang hanyalah penyelesaian akhir. Jika kami dapat meningkatkan akurasi finishing, tidak akan ada komentar negatif lagi,” pungkas Bojan.
Secara keseluruhan, analisis Bojan Hodak menegaskan bahwa meskipun ada hambatan berupa kartu merah dan cedera, Persib tetap berada pada jalur yang tepat untuk mengamankan gelar juara. Fokus pada lima laga terakhir, pemulihan pemain, dan peningkatan konversi gol menjadi prioritas utama menjelang akhir musim.
Dengan mental tim yang terjaga dan strategi yang terus disesuaikan, Persib Bandung berharap dapat menutup musim dengan poin tertinggi, sekaligus memberikan hiburan berkualitas bagi para pendukungnya.




