Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini menggelar pertemuan sinergi serta benchmarking guna memperkuat standar laboratorium uji halal di Indonesia. Kedua lembaga menekankan pentingnya harmonisasi prosedur, peralatan, dan kompetensi sumber daya manusia untuk menjamin kepercayaan konsumen serta kepatuhan produsen terhadap regulasi halal.
Beberapa poin utama yang disepakati meliputi:
- Pembentukan tim kerja gabungan yang akan menyusun pedoman teknis standar laboratorium uji halal.
- Pelaksanaan audit bersama terhadap laboratorium yang sudah beroperasi, guna mengidentifikasi kesenjangan dan peluang perbaikan.
- Penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga ahli laboratorium, termasuk penggunaan metode analitis mutakhir.
- Pengembangan sistem manajemen mutu yang terintegrasi antara BPJPH dan BPOM.
- Penguatan jaringan kolaborasi dengan institusi penelitian dan universitas untuk riset inovatif dalam deteksi bahan haram.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat inkonsistensi hasil uji, mempercepat proses sertifikasi halal, serta meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global. Selain itu, sinergi ini juga menjadi landasan bagi pembentukan regulator yang lebih responsif terhadap dinamika industri makanan dan minuman.
Ke depan, BPJPH dan BPOM berkomitmen untuk melakukan evaluasi berkala serta memperluas cakupan standar ke sektor-sektor baru, termasuk kosmetik dan farmasi, sehingga seluruh rantai pasok dapat terjamin kehalalannya secara menyeluruh.




