Frankenstein45.Com – 01 Juli 2026 | Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada Senin, 29 September 2024, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa persepsi publik terhadap label halal telah mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, halal tidak lagi sekadar simbol kepatuhan agama, melainkan menjadi indikator utama kesehatan, kebersihan, dan keamanan produk bagi konsumen.
Perubahan Paradigma Konsumen
Haikal menjelaskan bahwa konsumen Indonesia kini semakin menuntut transparansi dalam proses produksi. Mereka mengaitkan sertifikasi halal dengan standar kebersihan yang ketat, pengawasan bahan baku, serta prosedur manufaktur yang terkontrol. “Jika sebuah produk memiliki label halal, konsumen otomatis menganggap bahwa produk tersebut telah melewati serangkaian pemeriksaan yang menjamin tidak adanya kontaminasi dan bahaya kesehatan,” ujarnya.
Fungsi Ganda Sertifikasi Halal
Sertifikasi halal kini berfungsi ganda, yaitu:
- Jaminan Agama: Memenuhi persyaratan syariat bagi konsumen Muslim.
- Indikator Kesehatan: Menandakan bahwa produk telah memenuhi standar kebersihan dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Haikal menambahkan, dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebersihan, produsen dari semua sektor—makanan, minuman, kosmetik, bahkan farmasi—akan semakin terdorong untuk mengadopsi standar halal sebagai bagian integral dari sistem manajemen mutu mereka.
Implikasi Bagi Industri
BPJPH berencana memperluas ruang lingkup audit dan inspeksi, tidak hanya pada aspek religius tetapi juga pada parameter mikrobiologis, kimia, dan fisik. Langkah ini diharapkan dapat:
- Meningkatkan kepercayaan konsumen domestik dan internasional.
- Memberikan keunggulan kompetitif bagi produk lokal di pasar global.
- Mendorong inovasi dalam proses produksi yang lebih bersih dan efisien.
Selain itu, BPJPH berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menyelaraskan standar halal dengan regulasi keamanan pangan nasional.
Harapan Kedepan
Haikal menutup pernyataannya dengan optimism bahwa integrasi standar halal ke dalam kerangka kesehatan publik akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan regulasi produk paling terpercaya di Asia Tenggara. “Kami mengajak semua pemangku kepentingan—produsen, distributor, serta konsumen—untuk bersama-sama menjadikan halal sebagai simbol kualitas dan keamanan, bukan sekadar label agama,” tutupnya.




