BPOM Dukung Pengendalian Penyakit Tidak Menular lewat Pelabelan Nutri-Level
BPOM Dukung Pengendalian Penyakit Tidak Menular lewat Pelabelan Nutri-Level

BPOM Dukung Pengendalian Penyakit Tidak Menular lewat Pelabelan Nutri-Level

Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pengendalian penyakit tidak menular (PTM) melalui penerapan sistem pelabelan Nutri-Level pada produk pangan. Dalam sebuah pernyataan resmi, BPOM menekankan pentingnya informasi nilai gizi yang mudah dipahami oleh konsumen sebagai strategi preventif terhadap PTM.

Rancangan revisi Peraturan BPOM tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan mengusulkan penambahan skema Nutri-Level yang membagi produk ke dalam empat kategori, yaitu A, B, C, dan D, berdasarkan kandungan energi, gula, garam, dan lemak jenuh. Sistem ini dirancang agar konsumen dapat dengan cepat menilai kualitas gizi suatu makanan hanya dari simbol yang tercantum pada kemasan.

Berikut rangkuman kriteria Nutri-Level:

  • Level A: Rendah gula, garam, lemak jenuh, serta energi.
  • Level B: Kandungan gula, garam, lemak jenuh, atau energi masih dalam batas moderat.
  • Level C: Salah satu atau lebih indikator berada di atas batas moderat, namun belum masuk kategori tinggi.
  • Level D: Tinggi gula, garam, lemak jenuh, atau energi, mengindikasikan perlunya konsumsi terbatas.

Sistem label ini diharapkan memberi manfaat ganda. Bagi produsen, Nutri-Level menjadi panduan untuk reformulasi produk agar lebih sehat, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar yang semakin menuntut transparansi. Bagi konsumen, simbol sederhana mempermudah pilihan makanan yang lebih baik, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

BPOM menegaskan bahwa penerapan Nutri-Level akan dilengkapi dengan sosialisasi intensif, pelatihan bagi pelaku industri, serta pengawasan ketat untuk memastikan keakuratan informasi yang tercantum. Dengan langkah ini, BPOM berharap dapat menurunkan prevalensi PTM seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung di Indonesia dalam jangka panjang.