Frankenstein45.Com – 07 April 2026 | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah yang menargetkan pengendalian konsumsi gula tambahan (GGL) melalui sistem nutrilevel. Kebijakan ini dirancang untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Nutri-level merupakan label gizi yang menilai kandungan gula dalam produk makanan dan minuman. Produk dengan tingkat gula tinggi akan mendapat peringkat rendah, sementara produk yang rendah gula mendapat peringkat tinggi. Konsumen dapat dengan cepat mengenali pilihan yang lebih sehat.
- Penetapan batas maksimum gula per porsi sesuai standar internasional.
- Penerapan label berwarna yang mudah dipahami.
- Pengawasan rutin oleh BPOM terhadap kepatuhan produsen.
- Program edukasi publik tentang dampak gula berlebih.
Implementasi kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 30% penduduk dewasa mengonsumsi gula melebihi anjuran harian.
| Kelompok | Target Penurunan Gula (gram/hari) |
|---|---|
| Populasi umum | Kurangi 20 gram |
| Penderita diabetes | Kurangi 30 gram |
BPOM menegaskan akan terus melakukan inspeksi dan memberikan sanksi kepada produsen yang melanggar standar nutrilevel. Selain itu, lembaga tersebut berkolaborasi dengan kementerian terkait untuk memperkuat regulasi dan kampanye kesehatan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan pola makan yang lebih sehat dan mengurangi beban biaya perawatan kesehatan akibat penyakit tidak menular.




