BRIN Dorong Pemanfaatan AI dan Teknologi Digital untuk Tekan Emisi Pertanian
BRIN Dorong Pemanfaatan AI dan Teknologi Digital untuk Tekan Emisi Pertanian

BRIN Dorong Pemanfaatan AI dan Teknologi Digital untuk Tekan Emisi Pertanian

Frankenstein45.Com – 24 Juni 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya integrasi kecerdasan buatan (AI) serta teknologi digital dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca yang berasal dari sektor pertanian. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam agenda mitigasi perubahan iklim dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Berbagai teknologi digital diproyeksikan dapat memperbaiki efisiensi penggunaan input pertanian, mengoptimalkan praktik budidaya, dan mengurangi limbah yang berkontribusi pada emisi. Berikut beberapa contoh penerapan AI yang diharapkan dapat memberi dampak signifikan:

  • Sensor tanah cerdas: Mengumpulkan data kelembaban, pH, dan nutrisi secara real‑time untuk menyesuaikan pemupukan secara presisi.
  • Prediksi hasil panen berbasis machine learning: Mengidentifikasi pola cuaca dan hama sehingga petani dapat merencanakan tindakan preventif.
  • Drone dan citra satelit: Memantau kesehatan tanaman serta mendeteksi area yang memerlukan intervensi khusus, mengurangi penggunaan pestisida secara berlebihan.
  • Optimasi rantai pasok dengan IoT: Mengurangi kehilangan pasca panen dan menurunkan kebutuhan transportasi yang menyumbang emisi.

BRIN juga menyajikan perkiraan potensi reduksi emisi melalui tabel berikut:

Jenis Teknologi Potensi Reduksi Emisi (%)
Sensor tanah & pemupukan presisi 15‑20
Analisis data cuaca & hama 10‑12
Drone monitoring tanaman 8‑10
IoT rantai pasok 5‑7

Untuk mewujudkan visi tersebut, BRIN mengajak lembaga penelitian, universitas, startup teknologi, serta para petani untuk berkolaborasi dalam riset dan pengembangan solusi berbasis AI. Program pendanaan khusus telah disiapkan, termasuk beasiswa riset dan inkubasi startup agritech.

Dengan mengadopsi teknologi digital, sektor pertanian di Indonesia diharapkan tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, dan membuka lapangan kerja baru di bidang teknologi pertanian.