Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat total pembiayaan mencapai Rp328,54 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Risk Management BSI, Grandhis Helmi Harumansyah, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini dipicu oleh peningkatan permintaan pembiayaan sektor produktif, terutama di bidang perdagangan, industri manufaktur, dan infrastruktur.
- Pembiayaan sektor perdagangan naik 12,5% YoY.
- Pembiayaan sektor manufaktur meningkat 10,2% YoY.
- Pembiayaan infrastruktur tercatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,8% YoY.
Berikut perbandingan ringkas pembiayaan BSI antara kuartal I 2025 dan kuartal I 2026:
| Kuartal | Pembiayaan (Triliun Rp) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| I 2025 | 285,30 | – |
| I 2026 | 328,54 | 15,2% |
BSI menargetkan untuk memperluas portofolio pembiayaan hingga Rp400 triliun pada akhir 2026 dengan memperkuat jaringan cabang dan memperkenalkan produk pembiayaan berbasis teknologi digital.
Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan syariah, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.




