Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menegaskan pentingnya program budidaya tematik dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung kebutuhan bahan baku minyak kelapa sawit (MBG). Program ini difokuskan pada pemanfaatan lahan pesisir dan wilayah perkotaan dengan mengintegrasikan teknik budidaya modern dan kearifan lokal.
Inisiatif budidaya tematik mencakup tiga jenis utama: budidaya rumput laut, udang windu, serta ikan nila. Setiap jenis dipilih karena potensi pasar yang tinggi dan kemampuan adaptasi terhadap kondisi iklim serta kondisi lingkungan di Papua.
Manfaat utama program meliputi:
- Peningkatan pasokan bahan baku MBG secara berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada impor.
- Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama pemuda dan perempuan.
- Peningkatan pendapatan petani dan nelayan melalui nilai tambah produk.
- Pengurangan tekanan terhadap hutan alami dengan mempromosikan produksi di lahan yang sudah dimanfaatkan.
DKP juga menyediakan pelatihan teknis, penyediaan bibit unggul, serta fasilitas pendampingan pemasaran. Sebagai contoh, program pelatihan budidaya rumput laut melibatkan lebih dari 150 petani yang kini mampu memproduksi hingga 2.500 ton per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan baku MBG regional.
Selain itu, pemerintah provinsi berkoordinasi dengan lembaga penelitian dan universitas untuk melakukan riset varietas yang tahan terhadap perubahan iklim. Hasil penelitian terbaru menunjukkan peningkatan produktivitas udang windu sebesar 30% dibandingkan metode konvensional.
Ke depan, DKP berencana memperluas jaringan budidaya tematik ke lebih dari 20 desa di seluruh Papua, dengan target pencapaian produksi bahan baku MBG sebesar 10.000 ton dalam lima tahun ke depan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya laut di wilayah tersebut.




