Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Kopasus Desa (Kopdes) Merah Putih. Penggantinya adalah program baru bernama “Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial” yang dirancang khusus untuk menyiapkan para calon manajer dalam aspek kebangsaan serta kepemimpinan organisasi.
Keputusan ini diambil setelah terjadi tragedi meninggalnya lima peserta Latsarmil dalam sebuah insiden latihan. Menurut pejabat Kemhan, keselamatan personel menjadi prioritas utama, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap materi dan metode pelatihan yang selama ini diterapkan.
Berikut adalah perubahan utama yang diterapkan dalam kurikulum baru:
- Fokus Bela Negara: Materi menekankan nilai-nilai kebangsaan, semangat persatuan, serta peran warga negara dalam pertahanan negara.
- Pengembangan Manajerial: Peserta diajarkan teknik manajemen proyek, pengelolaan sumber daya manusia, dan strategi pengambilan keputusan di lingkungan militer dan sipil.
- Metode Pembelajaran Interaktif: Penggunaan simulasi, studi kasus, dan diskusi kelompok menggantikan latihan fisik yang berat.
- Evaluasi Kesehatan dan Keselamatan: Penambahan prosedur medis dan penilaian kebugaran secara berkala untuk mencegah risiko kecelakaan.
Program ini akan dilaksanakan dalam tiga fase selama enam bulan, dengan rincian sebagai berikut:
| Fase | Durasi | Materi Utama |
|---|---|---|
| Fase 1 | 2 bulan | Pengenalan Bela Negara, Etika Militer, Kesehatan Dasar |
| Fase 2 | 2 bulan | Manajemen Tim, Pengelolaan Anggaran, Simulasi Operasional |
| Fase 3 | 2 bulan | Studi Kasus Nasional, Evaluasi Kinerja, Persiapan Penugasan |
Pejabat Kemhan menegaskan bahwa meski format berubah, tujuan utama tetap sama: menghasilkan calon manajer yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung tugas pertahanan negara. Selain itu, penyesuaian kurikulum diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta serta menurunkan risiko kecelakaan di masa mendatang.
Dengan langkah ini, Kemhan berharap program Kopdes Merah Putih dapat menjadi model pendidikan militer yang lebih modern, aman, dan relevan dengan tantangan keamanan serta pembangunan nasional saat ini.




