Bulan Purnama, BMKG: Waspada Rob di Pesisir Bali pada 2-10 April
Bulan Purnama, BMKG: Waspada Rob di Pesisir Bali pada 2-10 April

Bulan Purnama, BMKG: Waspada Rob di Pesisir Bali pada 2-10 April

Frankenstein45.Com – 02 April 2026 | Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan khusus menjelang fase purnama pada awal April. Menurut data BMKG, potensi terjadinya rob (ombak tinggi) di wilayah pesisir Bali diperkirakan akan meningkat signifikan antara 2 hingga 10 April 2024.

Rob merupakan fenomena naik turunnya permukaan laut yang dipengaruhi oleh kombinasi pasang surut, angin kencang, serta kondisi atmosfer yang tidak stabil. Pada periode purnama, gravitasi bulan berada pada titik tertinggi sehingga dapat memperkuat efek pasang naik, terutama bila disertai dengan tekanan udara rendah atau badai tropis di sekitar kepulauan.

BMKG menilai bahwa kondisi tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi nelayan, wisatawan pantai, serta infrastruktur pesisir seperti dermaga dan fasilitas pariwisata. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk memperhatikan beberapa langkah mitigasi berikut:

  • Menghindari aktivitas memancing atau berlayar di luar zona aman pada saat pasang naik tertinggi.
  • Mengikuti instruksi petugas keamanan pantai dan menunggu peringatan resmi sebelum masuk ke laut.
  • Mengamati peringatan dini yang disiarkan melalui media lokal, radio, atau aplikasi BMKG.
  • Menjauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari daerah pantai yang rawan rob.
  • Jika berada di kawasan pesisir dan mendengar suara ombak yang tidak biasa, segera evakuasi ke area yang lebih tinggi.

BMKG juga menambahkan bahwa potensi rob dapat berfluktuasi tergantung pada kecepatan dan arah angin, serta suhu permukaan laut. Oleh karena itu, pemantauan terus-menerus akan dilakukan selama periode 2‑10 April. Informasi terbaru akan disebarluaskan melalui kanal resmi BMKG dan lembaga terkait.

Warga diharapkan tetap waspada dan melaporkan kejadian anomali kepada otoritas setempat. Dengan kesiapsiagaan bersama, risiko kerusakan dan kecelakaan dapat diminimalisir.