Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, baru-baru ini mengumumkan rencana ambisius pembangunan seratus gudang penyimpanan baru sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Inisiatif ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan penyimpanan pascapanen serta tantangan distribusi pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan menambah kapasitas penyimpanan, Bulog berharap dapat menstabilkan pasokan beras dan komoditas pangan lainnya, terutama pada musim panen dan musim kemarau yang sering menimbulkan fluktuasi harga.
Tujuan utama pembangunan gudang
- Meningkatkan total kapasitas penyimpanan pascapanen Bulog menjadi lebih dari 30 juta ton.
- Mempercepat distribusi pangan ke daerah rawan kekurangan stok.
- Mengurangi ketergantungan pada impor beras jangka pendek.
- Mendorong efisiensi logistik melalui jaringan gudang yang terintegrasi.
- Mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Rencana pelaksanaan
Pembangunan akan dilakukan dalam tiga fase selama lima tahun ke depan, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 12 triliun. Setiap gudang direncanakan memiliki kapasitas antara 30.000 hingga 50.000 ton, tergantung pada lokasi strategis dan kebutuhan daerah.
| Fase | Jumlah Gudang | Target Penyelesaian |
|---|---|---|
| Fase I | 30 | 2027 |
| Fase II | 35 | 2029 |
| Fase III | 35 | 2031 |
Lokasi gudang akan dipilih berdasarkan analisis kebutuhan stok, kedekatan dengan pelabuhan atau jalur transportasi utama, serta potensi produksi pertanian daerah setempat. Beberapa provinsi yang diprioritaskan antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Kalimantan Selatan.
Dampak yang diharapkan
Jika seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, Bulog diproyeksikan dapat menurunkan volatilitas harga beras nasional hingga 15 persen, serta mempercepat respons pemerintah terhadap bencana alam yang mengganggu rantai pasok pangan. Selain itu, peningkatan infrastruktur penyimpanan diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, baik dalam proses konstruksi maupun operasional gudang.
Penguatan jaringan gudang ini juga sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan kemandirian pangan, sehingga Indonesia dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya.




