Buntut Gelagapan Usai Bertemu Gibran, Ketua BEM UBK Ungkap Aliran Dana Rp20 Juta
Buntut Gelagapan Usai Bertemu Gibran, Ketua BEM UBK Ungkap Aliran Dana Rp20 Juta

Buntut Gelagapan Usai Bertemu Gibran, Ketua BEM UBK Ungkap Aliran Dana Rp20 Juta

Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Setelah video pertemuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Budi Kemuliaan (UBK) dengan Gibran Rakabuming Raka menjadi viral, sang ketua sempat ditangkap kamera dan menjadi sorotan publik. Tak lama setelah itu, ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian memberikan bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk menutupi biaya yang timbul dari aksi tersebut.

Pengakuan lengkap sang ketua BEM UBK menyebutkan bahwa dana tersebut diberikan dalam bentuk tunai pada sebuah pertemuan tertutup di kantor kepolisian setempat. Menurutnya, bantuan ini dimaksudkan untuk menutupi sejumlah kebutuhan operasional yang mendadak muncul setelah pertemuan dengan Gibran menjadi perbincangan luas.

Berikut aliran dana Rp20 juta yang diterima:

  • Transportasi dan akomodasi: Biaya sewa kendaraan, bensin, serta penginapan bagi anggota BEM yang terlibat dalam kegiatan lapangan.
  • Logistik aksi: Pembelian perlengkapan seperti spanduk, banner, dan alat komunikasi.
  • Biaya administrasi: Pengurusan izin, surat menyurat, dan biaya notaris bila diperlukan.
  • Honor narasumber dan pembicara: Pembayaran untuk para ahli atau tokoh yang diundang dalam diskusi publik.
  • Cadangan dana darurat: Alokasi untuk menutupi potensi biaya hukum atau denda yang mungkin timbul.

Ketua BEM UBK menegaskan bahwa dana tersebut tidak bersifat politis, melainkan merupakan bentuk bantuan operasional yang bersifat sementara. Ia juga menambahkan bahwa semua pengeluaran akan dipertanggungjawabkan secara transparan melalui laporan keuangan resmi organisasi.

Kasus ini menambah dinamika perdebatan mengenai peran mahasiswa dalam politik serta keterlibatan aparat keamanan dalam mendukung aksi-aksi kampus. Masyarakat kini menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak kepolisian serta respon resmi dari pihak Gibran terkait pertemuan tersebut.