Buriram United Tersingkir di Perempat Final ACL Elite: Kegagalan yang Mengguncang Sepak Bola Asia
Buriram United Tersingkir di Perempat Final ACL Elite: Kegagalan yang Mengguncang Sepak Bola Asia

Buriram United Tersingkir di Perempat Final ACL Elite: Kegagalan yang Mengguncang Sepak Bola Asia

Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Buriram United harus menelan kepahitan setelah kalah 2-3 dari perwakilan Uni Emirat Arab, Shabab Al Ahli, pada laga perempat final Asian Champions League Elite (ACL Elite) yang digelar di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal Sports, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu 18 April 2026. Kekalahan ini sekaligus menutup perjalanan tim asal Thailand yang baru saja mengangkat trofi Liga Thailand 2025/2026.

Rangkaian Gol dan Kejadian Penting

Pertandingan dimulai dengan kejutan di menit ke-13 ketika Peter Zulj, yang bermain untuk Buriram United, mencetak gol bunuh diri yang memberi keunggulan 1-0 bagi Shabab Al Ahli. Gol tersebut tetap menjadi satu-satunya angka di papan skor hingga jeda babak pertama.

Pada babak kedua, Shabab Al Ahli kembali menambah keunggulan lewat sundulan Saeid Ezatolahi pada menit ke-41, memanfaatkan situasi tendangan pojok. Namun, Buriram United berhasil memulihkan diri lewat titik penalti pada menit ke-62 setelah sundulan Supachai Chaided menyentuh tangan Ezatolahi di dalam kotak penalti. Penyerang Italia Bissoli mengeksekusi penalti dengan tenang, mengubah skor menjadi 2-1 untuk Buriram.

Tak lama setelah itu, pada menit ke-69, Sandy Walsh, pemain keturunan Indonesia yang sedang bertugas sebagai pengganti Emmanuel Toku, menerima pelanggaran keras dari belakang. Wasit memberikan tendangan bebas bagi Buriram, tetapi tidak cukup untuk mengubah hasil. Sekitar satu menit kemudian, Peter Zulj kembali mencetak gol lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti, menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Gol penentu datang pada menit-menit akhir pertandingan ketika Shabab Al Ahli berhasil menambah satu gol lagi, menutup skor menjadi 3-2 dan memastikan mereka melaju ke semifinal.

Sandy Walsh: Pionir Indonesia di ACL Elite

Sandy Walsh, bek timnas Indonesia berusia 31 tahun, mencatatkan sejarah penting dengan menjadi pemain Indonesia pertama yang menembus delapan besar ACL Elite dalam dua musim beruntun. Pada musim lalu, ia berada di bangku cadangan untuk Yokohama Marinos yang bertemu Al Nassr FC di babak delapan besar, namun tidak mendapatkan menit bermain. Kali ini, Walsh masuk pada babak kedua dan berpartisipasi aktif meski timnya akhirnya tersingkir.

Penampilan Walsh menambah catatan penting bagi pemain keturunan Indonesia yang berkarier di luar negeri, sekaligus menegaskan bahwa bakat Indonesia mampu bersaing di panggung Asia.

Strategi dan Kepemimpinan Shabab Al Ahli

Tim Shabab Al Ahli, yang dibimbing oleh mantan gelandang Juventus, Paulo Sousa, menunjukkan taktik defensif yang solid dan serangan balik cepat. Dengan sembilan gelar liga domestik UAE, tim ini memang terbiasa berada di level tertinggi kompetisi Asia. Keberhasilan mereka menembus semifinal memperkuat posisi sebagai kandidat kuat untuk menjuarai ACL Elite tahun ini.

Dampak Kekalahan bagi Buriram United

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Buriram United yang mengharapkan penampilan lebih baik setelah meraih gelar domestik. Kesalahan defensif pada menit-menit akhir, terutama gol bunuh diri Zulj dan gol kebobolan dari tendangan bebas, menjadi faktor utama kegagalan tim. Pelatih Buriram United belum memberikan komentar resmi, namun diperkirakan akan mengevaluasi taktik dan performa pemain di kompetisi selanjutnya.

Dengan tersingkirnya Buriram United, wakil Indonesia di kompetisi ini berakhir, meninggalkan ruang bagi pemain lain untuk mengisi kekosongan tersebut di masa depan.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa tingkat persaingan di ACL Elite semakin ketat, dan tim-tim dengan pengalaman internasional seperti Shabab Al Ahli masih menjadi favorit utama. Buriram United harus melakukan perbaikan signifikan jika ingin kembali bersaing di tingkat Asia pada musim berikutnya.