Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Wakil Ketua Umum Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Arnod Sihite, menyatakan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang akan menempatkan Said Iqbal dalam Kabinet Merah Putih. Menurut Sihite, penunjukan tersebut merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat posisi pekerja dalam menghadapi tantangan nasional.
Said Iqbal, yang dikenal sebagai aktivis buruh dan mantan anggota DPR, memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Pengalaman tersebut dianggap menjadi nilai tambah bagi kabinet yang tengah berupaya mengatasi permasalahan ekonomi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan sosial.
Berikut beberapa alasan mengapa penunjukan Said Iqbal dianggap strategis:
- Pengalaman langsung di bidang ketenagakerjaan dan kebijakan publik.
- Kemampuan menjembatani dialog antara pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha.
- Reputasi sebagai tokoh yang mengedepankan kepentingan kelas pekerja.
Arnod Sihite menekankan bahwa kehadiran Said Iqbal di dalam kabinet dapat meningkatkan sinergi antara pemerintah dan serikat pekerja, serta membantu merumuskan kebijakan yang lebih pro‑pekerja. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendengarkan aspirasi buruh dalam proses pembuatan kebijakan.
Sementara itu, sejumlah pengamat politik menilai penunjukan tersebut sebagai upaya Prabowo untuk memperluas basis dukungan, khususnya di kalangan pekerja yang menjadi salah satu konstituen penting dalam pemilihan umum mendatang. Mereka berpendapat bahwa kehadiran figur buruh dalam kabinet dapat menambah legitimasi kebijakan tenaga kerja dan mengurangi potensi gesekan sosial.
Namun, tidak semua pihak menyambut positif. Beberapa kalangan mengingatkan pentingnya integritas dan transparansi dalam proses penunjukan pejabat, terutama mengingat dinamika politik yang kompleks. Mereka mengharapkan Said Iqbal dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan mengedepankan kepentingan rakyat secara menyeluruh.
Secara keseluruhan, penunjukan Said Iqbal ke dalam Kabinet Merah Putih menjadi sorotan utama dalam lanskap politik Indonesia saat ini. Reaksi positif dari KSPI dan analisis para pengamat menunjukkan bahwa langkah ini memiliki potensi besar untuk memengaruhi arah kebijakan tenaga kerja dan hubungan antara pemerintah serta serikat pekerja di masa depan.







