Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa cadangan devisa negara mencapai US$114 miliar, angka yang dianggap lebih dari cukup untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.
Gubernur BI, pihak berwenang, menyatakan bahwa besaran cadangan ini memberikan ruang manuver yang luas dalam intervensi pasar bila diperlukan, sekaligus mendukung aliran modal asing ke dalam negeri.
Beberapa faktor yang memperkuat posisi cadangan devisa antara lain:
- Peningkatan ekspor barang dan jasa yang terus tumbuh.
- Arus investasi langsung (FDI) yang stabil.
- Penerimaan devisa dari sektor pariwisata dan remitansi.
Data terbaru menunjukkan komposisi cadangan sebagai berikut:
| Jenis Aset | Nilai (US$ Miliar) |
|---|---|
| Valuta Asing | 78,5 |
| Surat Berharga Internasional | 20,3 |
| Emas | 15,2 |
Dengan total US$114 miliar, BI menegaskan bahwa cadangan ini dapat menahan tekanan spekulatif serta menurunkan volatilitas kurs. Kebijakan moneter yang prudensial, dipadukan dengan likuiditas yang cukup, diharapkan memperkuat kepercayaan investor dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi.
Para analis memperkirakan bahwa selama cadangan tetap pada level ini, Rupiah dapat mempertahankan kisaran nilai tukar yang relatif stabil terhadap dolar Amerika, meski terdapat ketidakpastian eksternal seperti kebijakan moneter Federal Reserve dan fluktuasi harga komoditas.




