Frankenstein45.Com – 02 Mei 2026 | Alexander Zverev berhasil menembus babak final Madrid Open 2024 setelah mengalahkan lawan-lawannya secara meyakinkan pada putaran-putaran akhir turnamen. Keberhasilan ini menempatkannya kembali berhadapan dengan Jannik Sinner, peringkat satu dunia, yang juga melaju ke final setelah menyingkirkan rival-rivalnya.
Perjalanan Zverev di turnamen ini dimulai dengan kemenangan di babak pertama melawan pemain peringkat 70 dunia, diikuti dengan penampilan gemilang di babak 16 besar melawan pemain asal Spanyol yang mengandalkan servis kuat. Pada perempat final, Zverev mengalahkan pemain berperingkat 15 dunia dengan skor 6-4, 6-3, menunjukkan konsistensi servis dan serangan baseline yang tajam. Di semifinal, ia bertemu dengan pemain veteran yang pernah menjadi juara Grand Slam, namun Zverev mengamankan tempat di final dengan kemenangan 7-6(5), 6-2.
Sementara itu, Jannik Sinner menorehkan performa luar biasa dengan mengalahkan beberapa pemain top 10 dunia, termasuk kemenangan dramatis melawan peringkat 3 dunia pada setengah final. Sinner menunjukkan ketangguhan mental dan variasi pukulan yang membuat lawan kesulitan.
Berikut ringkasan statistik keduanya selama turnamen ini:
| Pemain | Ace | Double Fault | First Serve % | Break Points Won |
|---|---|---|---|---|
| Alexander Zverev | 12 | 4 | 68% | 7/12 |
| Jannik Sinner | 15 | 3 | 71% | 9/14 |
Rekor pertemuan keduanya sebelum Madrid Open menunjukkan Zverev memimpin dengan 6 kemenangan atas 4 kemenangan Sinner dalam 10 pertemuan terakhir. Namun, Sinner telah menang dua pertemuan terakhir mereka, menambah ketegangan menjelang final.
Pelatih Zverev menyatakan bahwa fokus utama tim adalah menjaga ritme servis dan memaksimalkan peluang di forehand, sementara Sinner mengandalkan kecepatan kaki dan variasi topspin untuk mengendalikan rally. Kedua pemain diperkirakan akan menampilkan tenis agresif dengan intensitas tinggi.
Final Madrid Open dijadwalkan pada 11 Mei 2024 di atas tanah keras Roland Garros, dengan penonton diperkirakan mencapai kapasitas penuh. Pertandingan ini tidak hanya menjadi penentu gelar Masters 1000, tetapi juga menjadi indikator bentuk kedua pemain menjelang musim Grand Slam berikutnya.
Penggemar tenis di seluruh dunia menantikan konfrontasi sengit antara dua bintang muda ini, yang masing‑masing memiliki gaya permainan unik. Siapakah yang akan keluar sebagai juara dan menambah koleksi trofi di karier mereka?




