Frankenstein45.Com – 28 April 2026 | Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungan ke Kantor Badan Keamanan Pangan Nasional (BKN) menekankan pentingnya memperketat pengawasan keamanan pangan serta mempercepat distribusi program Makanan Berbasis Gizi (MBG) ke daerah 3T (terdepan, terpencil, terluar).
Berikut rangkuman permintaan Gibran kepada BKN:
- Meningkatkan frekuensi inspeksi pada produsen dan pengecer makanan, khususnya yang beroperasi di pasar tradisional.
- Mengimplementasikan sistem pelaporan digital yang terintegrasi dengan dinas kesehatan daerah.
- Memperketat persyaratan label dan informasi alergen pada kemasan produk.
- Menambah pelatihan bagi petugas pengawas pangan di daerah 3T.
Selain itu, Gibran menekankan percepatan jangkauan program MBG ke wilayah 3T dengan tujuan menurunkan tingkat kekurangan gizi dan mencegah kasus keracunan akibat makanan tidak layak konsumsi. Langkah-langkah yang diusulkan meliputi:
- Distribusi paket makanan bergizi melalui pos dan jaringan logistik pemerintah.
- Kolaborasi dengan LSM dan koperasi lokal untuk memastikan rantai pasok aman.
- Penyediaan fasilitas penyimpanan dingin di titik distribusi strategis.
- Monitoring dan evaluasi berkala dengan indikator kepatuhan keamanan pangan.
Gibran menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan prasyarat utama bagi kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil yang rawan kekurangan gizi. Ia mengharapkan BKN dapat menyusun kebijakan yang lebih proaktif dan melibatkan semua pemangku kepentingan demi tercapainya tujuan nasional dalam menjamin pangan aman dan bergizi bagi seluruh rakyat Indonesia.




