Cegah Turun Status ke Frontier Market, Analis Dorong OJK-BEI segera Lakukan Reformasi
Cegah Turun Status ke Frontier Market, Analis Dorong OJK-BEI segera Lakukan Reformasi

Cegah Turun Status ke Frontier Market, Analis Dorong OJK-BEI segera Lakukan Reformasi

Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Sejumlah analis pasar modal menegaskan perlunya langkah cepat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghindari penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market. Penurunan ini dapat mengurangi minat investor internasional, menurunkan aliran dana, dan mempersempit likuiditas saham.

Fokus utama reformasi yang disarankan meliputi dua aspek kritis: peningkatan persentase free float dan peningkatan transparansi informasi perusahaan. Free float yang cukup tinggi memastikan bahwa saham perusahaan dapat diperdagangkan secara bebas di pasar, sedangkan transparansi yang baik memberikan kepercayaan kepada investor terhadap kualitas laporan keuangan dan tata kelola.

Berikut poin-poin reformasi yang diusulkan:

  • Peningkatan free float: Pemerintah dan regulator diharapkan menetapkan batas minimum free float yang lebih tinggi, misalnya 25% dari total saham beredar, serta mendorong perusahaan publik untuk memperluas kepemilikan publik melalui program penawaran saham.
  • Transparansi laporan keuangan: Memperketat standar pelaporan, mempercepat proses audit, dan mewajibkan publikasi informasi material secara real time.
  • Peningkatan tata kelola perusahaan (GCG): Memperkuat peran komite audit, komite remunerasi, dan meningkatkan independensi direksi.
  • Penguatan regulasi pasar sekunder: Mengurangi praktik manipulasi harga dan meningkatkan pengawasan perdagangan insider.
  • Pengembangan infrastruktur teknologi: Memperluas akses data pasar melalui platform digital yang dapat diakses oleh semua pelaku pasar.

Berikut contoh kriteria yang biasanya dipertimbangkan oleh lembaga pemeringkat untuk menilai status pasar:

Kriteria Emerging Market Frontier Market
Free Float Minimum >20% <20%
Likuiditas Saham Rata‑rata volume perdagangan tinggi Rata‑rata volume perdagangan rendah
Transparansi Laporan Standar IFRS, laporan kuartalan Pelaporan tidak konsisten
Tata Kelola Struktur GCG lengkap Kurangnya independensi

Jika rekomendasi tersebut diimplementasikan secara konsisten, Indonesia dapat mempertahankan statusnya sebagai emerging market, menjaga arus investasi asing, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Para analis menekankan bahwa reformasi tidak hanya menjadi agenda jangka pendek, melainkan harus menjadi bagian integral dari strategi pengembangan pasar modal Indonesia ke depan.