CERAH Dorong Proyek PLTS untuk Kurangi Ketergantungan pada Batu Bara
CERAH Dorong Proyek PLTS untuk Kurangi Ketergantungan pada Batu Bara

CERAH Dorong Proyek PLTS untuk Kurangi Ketergantungan pada Batu Bara

Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Koordinator Policy Strategist di CERAH, Dwi Wulan Ramadani, menekankan pentingnya percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW). Menurutnya, langkah ini krusial untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasokan batu bara yang masih mendominasi sektor energi.

Ramadani menyoroti bahwa PLTS tidak hanya memberikan energi bersih, tetapi juga dapat menurunkan emisi karbon, memperbaiki kualitas udara, dan meningkatkan kemandirian energi nasional. Ia menambahkan bahwa percepatan proyek PLTS harus didukung oleh regulasi yang fleksibel, insentif fiskal, serta kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Langkah strategis yang diusulkan

  • Mempercepat perizinan proyek PLTS melalui satu pintu terpadu.
  • Menyediakan skema pembiayaan dengan bunga rendah bagi investor dan pengembang.
  • Mendorong penggunaan teknologi panel surya berefisiensi tinggi.
  • Menetapkan target tahunan yang jelas untuk penambahan kapasitas PLTS.

Target kapasitas PLTS 2024‑2030

Tahun Kapasitas Baru (GW) Kapasitas Total (GW)
2024 10 10
2025 15 25
2026 20 45
2027 20 65
2028 15 80
2029 10 90
2030 10 100

Dengan pencapaian target tersebut, diharapkan Indonesia dapat menurunkan proporsi batu bara dalam bauran energi listrik menjadi di bawah 50 % pada akhir dekade ini. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen negara dalam perjanjian iklim Paris dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Ramadani mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama‑sama mewujudkan transisi energi yang lebih hijau, mengingat manfaat jangka panjang bagi ekonomi, kesehatan masyarakat, dan lingkungan hidup.