Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya menjadi salah satu korban teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat memanipulasi suara dan citra. Dalam sebuah wawancara, Prabowo menuturkan bahwa ia pernah menerima video yang menampilkan dirinya berbicara dalam bahasa Arab dan menyanyikan lagu populer, padahal kedua hal tersebut tidak pernah ia lakukan.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Prabowo terkait insiden ini:
- AI dapat mengubah audio dan video secara real‑time, sehingga menghasilkan rekaman yang tampak autentik.
- Deepfake tidak hanya meniru penampilan visual, melainkan juga dapat menirukan bahasa asing, termasuk bahasa Arab, yang selama ini dianggap sulit dipelajari.
- Penggunaan teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan politik, hoaks, atau sekadar hiburan yang menyesatkan publik.
- Prabowo menyerukan kepada regulator dan platform digital untuk meningkatkan mekanisme verifikasi serta memberikan sanksi tegas bagi pelaku penyebaran konten palsu.
Insiden ini menambah deretan contoh kasus deepfake yang melibatkan tokoh publik, mulai dari artis hingga politisi. Para ahli keamanan siber menilai bahwa edukasi publik menjadi kunci utama untuk membedakan konten asli dan palsu. Mereka menyarankan penggunaan alat deteksi AI serta pemeriksaan sumber asal sebelum mempercayai atau menyebarkan materi yang diragukan kebenarannya.
Prabowo juga menambahkan bahwa ia tetap fokus pada agenda kepresidenan dan pembangunan nasional, sambil terus memperkuat kolaborasi dengan pihak berwenang untuk menanggulangi penyalahgunaan teknologi. Ia menutup pernyataan dengan harapan agar masyarakat dapat lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang diproduksi secara artifisial.







