China: Keinginan AS Memblokade Selat Hormuz Tak Menyelesaikan Masalah
China: Keinginan AS Memblokade Selat Hormuz Tak Menyelesaikan Masalah

China: Keinginan AS Memblokade Selat Hormuz Tak Menyelesaikan Masalah

Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok menegaskan bahwa upaya Amerika Serikat untuk memblokade kapal‑kapal yang melintasi Selat Hormuz tidak akan menyelesaikan persoalan utama yang melibatkan keamanan energi dan stabilitas regional.

Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri China, juru bicara menyoroti bahwa blokade tersebut hanya menambah ketegangan di kawasan Teluk Persia, tanpa memberikan solusi jangka panjang bagi negara‑negara pengimpor minyak.

  • AS mengklaim bahwa tindakan tersebut bertujuan menekan Iran yang dianggap mendukung kelompok teroris.
  • China menilai bahwa kebijakan semacam itu melanggar prinsip kebebasan navigasi internasional.
  • Blokade dapat memicu kenaikan harga minyak dunia dan mengganggu rantai pasok energi.

China juga mengingatkan bahwa negara‑negara besar harus menghormati hukum internasional, khususnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), yang menjamin kebebasan pelayaran di jalur laut internasional.

Reaksi negara‑negara lain di kawasan beragam. Beberapa negara Arab mengungkapkan keprihatinan atas eskalasi militer, sementara sekutu tradisional AS di Eropa menekankan pentingnya menyeimbangkan keamanan regional dengan kepentingan ekonomi global.

Secara historis, Selat Hormuz telah menjadi titik rawan karena menyalurkan sekitar seperempat produksi minyak dunia. Setiap gangguan di jalur ini dapat menimbulkan dampak ekonomi yang luas, tidak hanya bagi negara‑negara pengguna energi, tetapi juga bagi pasar keuangan internasional.

China menutup pernyataannya dengan menyerukan semua pihak untuk kembali ke meja perundingan dan menghindari tindakan sepihak yang dapat memperburuk situasi. Pemerintah Beijing menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelesaian damai melalui dialog dan menghormati aturan hukum internasional.