Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Wang Yi, menegaskan komitmen Beijing untuk memperdalam hubungan dengan Myanmar setelah terbentuknya pemerintahan baru di negara tersebut. Kunjungan resmi Wang Yi ke Naypyidaw pada awal pekan ini menjadi momentum penting bagi kedua negara dalam menata kembali kerja sama politik, ekonomi, dan keamanan.
Wang Yi menekankan bahwa China siap memberikan dukungan teknis dan finansial bagi proyek‑proyek strategis yang berada dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative). Ia juga menegaskan pentingnya stabilitas politik di Myanmar sebagai prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
- Fokus utama kerja sama ekonomi mencakup: pembangunan jaringan energi listrik, pengembangan pelabuhan, serta peningkatan kapasitas pertanian.
- Bidang keamanan menitikberatkan pada pertukaran intelijen, pelatihan militer, dan upaya bersama memerangi kelompok bersenjata ekstremis.
- Diplomasi multilateral di kawasan Asia Tenggara akan terus dipertahankan melalui ASEAN, dengan harapan Myanmar dapat kembali berperan aktif setelah periode isolasi.
Para pengamat menilai langkah Beijing ini sebagai upaya untuk menjaga pengaruh strategisnya di Myanmar, terutama mengingat pergeseran geopolitik regional dan persaingan dengan kekuatan lain. Sementara itu, pemerintah baru Myanmar menganggap dukungan China sebagai faktor penting dalam upaya pemulihan ekonomi yang terdampak oleh sanksi internasional dan konflik internal.
Dengan agenda kerja sama yang telah dirinci, kedua negara berharap hubungan bilateral dapat bergerak ke tingkat yang lebih tinggi, memperkuat kestabilan politik dan pertumbuhan ekonomi di kedua belah pihak.




