CORE: Regulasi buat hubungan bisnis UMKM‑platform saling menguntungkan
CORE: Regulasi buat hubungan bisnis UMKM‑platform saling menguntungkan

CORE: Regulasi buat hubungan bisnis UMKM‑platform saling menguntungkan

Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai bahwa regulasi yang tepat dapat menjadi katalisator utama dalam menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan antara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta platform digital. Ia menekankan bahwa kebijakan harus bersifat fleksibel, adaptif terhadap dinamika pasar, serta memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak.

Faisal menguraikan tiga pilar utama yang perlu menjadi dasar regulasi baru:

  • Transparansi tarif dan komisi: Platform harus menyediakan struktur biaya yang jelas dan dapat diakses oleh UMKM, sehingga pelaku usaha dapat menghitung margin keuntungan secara akurat.
  • Perlindungan data dan konsumen: Undang‑Undang perlindungan data pribadi harus diintegrasikan dalam perjanjian kerjasama, menjamin keamanan informasi bisnis dan konsumen serta mencegah penyalahgunaan data.
  • Skema pendampingan dan pelatihan: Pemerintah dan platform diharapkan menyelenggarakan program edukasi yang membantu UMKM mengoptimalkan penggunaan teknologi, pemasaran digital, dan manajemen logistik.

Selain tiga pilar tersebut, CORE juga mengusulkan pembentukan forum koordinasi rutin antara regulator, perwakilan platform, dan asosiasi UMKM. Forum ini bertujuan untuk:

  1. Mengidentifikasi hambatan operasional secara real‑time.
  2. Mengusulkan amendemen kebijakan yang responsif.
  3. Menilai dampak kebijakan melalui indikator pertumbuhan penjualan UMKM dan tingkat adopsi platform.

Data awal yang dikumpulkan oleh CORE menunjukkan bahwa UMKM yang bergabung dengan platform digital mencatat rata‑rata peningkatan omzet sebesar 35 % dalam satu tahun pertama, sementara platform memperoleh peningkatan transaksi sebesar 20 % berkat keberagaman produk yang lebih luas. Tabel berikut merangkum perbandingan performa sebelum dan sesudah implementasi kebijakan pendukung.

Indikator Sebelum Kebijakan Sesudah Kebijakan
Rata‑rata peningkatan omzet UMKM 12 % 35 %
Persentase transaksi platform 8 % 20 %
Jumlah UMKM terdaftar 150 ribu 220 ribu

Faisal menutup dengan menegaskan bahwa regulasi tidak boleh menjadi penghalang inovasi, melainkan harus menjadi landasan yang memungkinkan kolaborasi berkelanjutan antara UMKM dan platform. Dengan kebijakan yang tepat, ekosistem digital dapat mempercepat inklusi ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.