Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Jalanan perusahaan telekomunikasi Telkom Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Danantara, salah satu pemegang saham utama, mengajukan permintaan resmi untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran. Dalam permintaan tersebut, Danantara menuntut penutupan sepuluh anak perusahaan Telkom yang dianggap tidak strategis, dengan target penyelesaian pada bulan Juni 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fokus bisnis inti Telkom, yaitu layanan jaringan, data, dan digital. Menurut pernyataan Danantara, anak usaha yang akan dihentikan mencakup unit-unit yang beroperasi di sektor non‑core seperti layanan keuangan, media tradisional, dan beberapa bisnis teknologi yang belum memberikan kontribusi signifikan terhadap profitabilitas grup.
- Target penutupan: Juni 2026
- Jumlah anak usaha yang akan dihentikan: 10 perusahaan
- Tujuan utama: meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi kompetitif di bidang telekomunikasi dan digital
Restrukturisasi ini diharapkan dapat menurunkan beban biaya operasional, menyederhanakan struktur organisasi, serta mengalokasikan sumber daya yang lebih besar ke proyek‑proyek strategis seperti pengembangan jaringan 5G, layanan cloud, dan solusi digital untuk sektor publik dan swasta.
Para analis pasar menilai bahwa keputusan ini, meski menimbulkan risiko jangka pendek seperti pemutusan hubungan kerja dan potensi penurunan pendapatan dari unit yang ditutup, dapat meningkatkan margin laba bersih Telkom dalam jangka menengah hingga panjang. Selain itu, langkah ini sejalan dengan tren industri telekomunikasi global yang semakin menekankan pada konsolidasi aset dan fokus pada layanan berbasis data.
Telkom belum mengonfirmasi secara resmi tanggal pasti penutupan masing‑masing anak usaha, namun menegaskan komitmennya untuk melaksanakan proses restrukturisasi secara transparan dan sesuai regulasi yang berlaku.




